Rabu , 20 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pencurian Meteran PDAM Marak, Belasan Warga Melapor

Pencurian Meteran PDAM Marak, Belasan Warga Melapor

KEPAHIANG – Belasan warga di Kecamatan Kepahiang dihebohkan dengan maraknya aksi pencurian meteran air PDAM yang terjadi dalam sepekan terakhir. Bahkan berdasarkan laporan yang diterima oleh PDAM Tirta Alami Kepahiang, sejauh ini sudah 11 warga yang melaporkan terkait hilangnya meteran air tersebut.

Diungkapkan Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang, Sudarmin, SH, berdasarkan laporan yang diterimanya dalam sepekan terakhir, ada 3 desa yang warganya melapor soal hilangnya meteran air PDAM. Ketiga desa tersebut yakni Taba Tebelet, Kutorejo, dan Kampung Bogor, ketiganya masuk wilayah Kecamatan Kepahiang.

“Hingga hari ini (kemarin, red) ada 11 warga yang melapor terkait kehilangan meteran PDAM-nya. Kita sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Kepahiang untuk membantu melakukan penyelidikan,” jelas Sudarmin, Senin (4/3).

Kendati tetap membantu mengakomodir pengaduan masyarakat terkait hilangnya meteran PDAM tersebut, namun pihak PDAM mengaku tidak bisa serta merta melakukan penggantian meteran. Pasalnya sesuai aturan yang berlaku, untuk setiap pemasangan meteran PDAM, pelanggan akan dibebankan biaya sebesar Rp 300 ribu.

“Meteran itu kan statusnya kita titipkan saat pelanggan melakukan pemasangan pipa PDAM, sudah seharusnya pelanggan bertanggung jawab atas meteran tersebut. Jika meteran tersebut hilang kemudian pelanggan ingin memasangnya lagi, maka biaya pemasangan dan pembelian meteran harus dibayar sebesar Rp 300 ribu,” tegasnya.

Di sisi lain, Eko Sopian (30) warga Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, yang menjadi korban pencurian meteran PDAM mengatakan kejadian hilangnya meteran PDAM miliknya diperkirakan sekitar pukul 01.00 WIB Senin (4/3). Ia dan keluarganya tengah terlelap tidur. Ia baru menyadari bahwa meteran airnya hilang saat pagi hari ketika seisi rumah hendak bersiap beraktivitas seperti bekerja dan sekolah.

“Saya tahu saat anak mau mandi, dan menghidupkan air ledeng tapi kok airnya nggak hidup. Kemudian saya cek meteran, tahunya meterannya sudah tidak ada lagi. Kemudian hal ini langsung saya laporkan ke PDAM, dan ternyata ada juga beberapa warga yang melaporkan hal serupa. Oleh pihak PDAM kemudian laporan kami diteruskan ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti,” jelas Eko. (sly)

 

Berita Lainnya

Jelang Akhir  188 Pejabat Pemda Kepahiang Dimutasi

KEPAHIANG–  Pemkab Kepahiang kembali menggelar mutasi jabatan, Selasa (19/11) siang. Sebanyak 188 pejabat eselon III ...

error: Content is protected !!