Minggu , 20 Oktober 2019
Home / Metropolis / Telat Laporan, TPP Dikurangi

Telat Laporan, TPP Dikurangi

Nopian Andusti

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengevaluasi peraturan dan mekanisme penyaluran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemprov Bengkulu. Terbaru, pengurangan TPP tidak hanya bisa terjadi jika ASN bolos atau telat absensi tapi juga bila Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlambat menginput data absensi ke server.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bengkulu, Nopian Andusti, SE, MT mengatakan, gangguan server ada kecenderungan karena laporan absensi dari masing-masing OPD masuk serentak ke server setiap mendekati akhir bulan. Sehingga server mengalami gangguan yang juga berimbas terhadap verifikasi absensi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu. Sehingga dapat menyebabkan keterlambatan pada saat penyaluran TPP kepada ASN di lingkungan Pemprov Bengkulu.

“Harusnya kan setiap hari. Hari ini yah laporkan hari ini, besok laporkan besok kalau ini tidak tiba-tiba mendekati akhir bulan semua masuk ya jelas jalan macet, penuh membuat server macet,” ujar Nopian, kemarin (4/3).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sambung Nopian, maka pihaknya melakukan perubahan sistem pelaporan absensi yang selama ini pelaporan hampir bersamaan masuk mendekati akhir bulan, diubah menjadi per 7 hari paling lambat. Ketika masuk hari ke-8 maka OPD tidak bisa lagi menginput absensi ke server karena pelaporan sudah ditutup. Bila ini terjadi, maka TPP yang diterima ASN dapat berkurang karena dianggap tidak ada absensi.

“Kita ubah, hanya bisa 7 hari. Hari 1 sampai ke-7, ketika masuk hari ke-8 tidak bisa lagi dia menginput laporan karena sudah close. Hari ke-8 sampai hari ke-14, masuk hari ke-15 ditutup dan seterusnya,” bebernya.

Nopian menerangkan selain mengevaluasi sistem penyampaian laporan absensi, juga ada perubahan peraturan untuk penyesuaian jumlah ASN di lingkungan Pemprov yang menerima TPP. Mengingat ASN di bagian umum atau Tata Usaha (TU) di SMA/SMK yang sekarang ini sudah di bawah naungan Pemprov belum masuk.

“Untuk besarannya tidak berkurang dari tahun sebelumnya, kemungkinan naik juga kecil. Yang akan diterima ASN tergantung kinerja bukan hanya finger (absensi) saja,” demikian Nopian. (key)

Berita Lainnya

Harus Punya Formula Khusus

BENGKULU –  Persoalan tunggakan pelanggan PDAM Kota Bengkulu Rp 10 miliar tahun ini kembali menjadi ...

error: Content is protected !!