Minggu , 23 Februari 2020
Home / Daerah / Kaur / Denda Kekecilan, Ternak Berkeliaran

Denda Kekecilan, Ternak Berkeliaran

KOTA BINTUHAN – Persoalan ternak yang berkeliaran di jantung Kabupaten Kaur sepertinya tidak pernah selesai. Peternak masih memilih membebasliarkan ternaknya  dari pada mengandangkannya. Diduga kecilnya denda di Perda nomor 19 tahun 2013 tentang Hewan Ternak menjadi salah satu faktornya. Satu ekor sapi yang susah payah ditertibkan Satpol PP, bisa ditebus lagi oleh pemiliknya dengan membayar denda Rp 250 ribu per ekor, ditambah biaya perawatan Rp 75 ribu per hari. Bahkan kambing yang tertangkap razia, biaya tebusnya hanya Rp 50 ribu per ekor  dan biaya perawatan Rp 50 ribu per hari.

Sehingga imbauan dan peringatan yang diberikan Satpol PP pada pemilik ternak, khususnya di Kaur Selatan tak diindahkan. Ditambahlagi sampai saat ini Pemkab Kaur dan OPD terkait masih belum bisa menertibkan ternak dengan maksimal.

“Tahun ini kita sudah ajukan perubahan Perda hewan ternak ke DPRD Kaur dan mudah-mudahan tahun ini tuntas dibahas. Kita akui saat ini masih banyak sapi, kerbau dan kambing yang berkeliaran di jalan-jalan lintas di Kaur,” kata Kabid Trantib Satpol PP Kaur Sulaiman Efendi.

Bahkan, dalam minggu ini saja Satpol PP sudah dua kali menggelar razia ternak di Kaur Selatan. Hasilnya satu ekor kerbau, tiga ekor sapi dan enam ekor kambing berhasil ditangkap. Ternak tersebut tidak saja berkeliaran di jalan lintas namun masuk ke perkarangan rumah warga.

“Yang pasti kita akan terus menggelar razia ternak ini sesuai perintah, jadi kita juga mengimbau kepada pemilik ternak mematuhi perda yang ada. Karena hewan ternak yang berkeliaran di jalan bisa mengakibatkan laka lantas,” pungkas Sulaiman Efendi. (cik)

Berita Lainnya

Bupati Kaur dan BPBD Pantau Situasi Rumah 21 Warga Akibat Tanah Bergeser

BINTUHAN–  Sementara itu Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP meminta jajarannya terutama BPBD Kaur untuk …