Minggu , 19 Januari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Oknum Pejabat Ngaku Ajak Caleg Bagikan KIS

Oknum Pejabat Ngaku Ajak Caleg Bagikan KIS

ARGA MAKMUR – Oknum pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara berinisial El yang menerima dan membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) mengakui kesalahannya di hadapan tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Ia mengakui ikut serta dalam pertemuan dan mengajak oknum caleg DPRD Bengkulu Utara Dapil Bengkulu Utara 1 berinisial RR untuk membagikan KIS. El mengaku tidak tahu jika perbuatannya melanggar aturan.

Hal ini disampaikan Divisi Penindakan Bawaslu Bengkulu Utara Tugiran, M.Pd yang juga tim Gakkumdu. Gakkumdu sudah memeriksa tujuh saksi termasuk RR dan El berikut masyarakat yang hadir.   “Kita rasa saksi yang kita periksa sudah cukup. Mulai dari saksi masyarakat yang hadir, caleg maupun pejabat yang terlibat. Termasuk KPU sebagai pihak terkait dalam permasalahan ini yang mengetahui persis aturan mengenai kampanye,” katanya.

Hari ini atau Sabtu besok, Gakkumdu akan melakukan rapat internal untuk menentukan apakah permasalahan ini bisa ditindaklanjuti sebagai tindak pidana pemilu atau tidak. Jika berdasarkan hasil rapat internal dinilai hasil pemeriksaan saksi dan bukti menujukkan adanya pelanggaran pidana pemilu, maka kasus ini akan dilanjutkan.

“Nanti tergantung hasil rapat internal. Kalau memang tidak mencukupi unsur pidana akan kita hentikan, jika memang ada bukti terjadinya pelangaran pemilu, akan kita lanjutkan. Nanti Gakkumdu dari jaksa dan Polri akan menyampaikan pertimbangannya,” terang Tugiran.

Sementara Itu, Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian menyerahkan permasalahan ini pada Gakkumdu maupun KPU Bengkulu Utara yang berwenang melakukan penanganan permasalahan pemilu. Ia juga sudah menegaskan sejak awal bahwa PNS jangan pernah terlibat langsung pada kegiatan politik. “Jadi biar Gakkumdu bekerja dan kita serahkan permasaahan ini sepenuhnya pada Gakkumdu,” pungkas Mian.(qia)

Berita Lainnya

Kasi Pidum Kejari Dicatut

ARGA MAKMUR – Aksi pelaku penipuan yang mengatasnamakan aparat hukum kembali terjadi di Bengkulu Utara. ...