Jumat , 21 Februari 2020
Home / Pemilu / 100 Perempuan Berjuang Untuk Penuhi Keterwakilan

100 Perempuan Berjuang Untuk Penuhi Keterwakilan

TOLAK GOLPUT: KPI Provinsi Bengkulu dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di salah satu resto di kawasan Pantai Berkas, Jumat (8/3). (foto: yudi/rb)

BENGKULU  –   Saat ini ada 100 lebih perempuan Bengkulu yang sedang berjuang demi memenuhi keterwakilan perempuan di legislatif. Baik kabupaten/kota, provinsi maupun di DPR RI dan DPD. Apabila terpilih, keterwakilan tersebut harus bisa mewakili suara perempuan. Hal ini disampaikan Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Provinsi Bengkulu, Nyimas Halimah saat peringatan Hari Perempuan Internasional yang digelar di Aloha Resto, Pantai Berkas, Jumat (8/3) pukul 14.00 WIB.

Nyimas mengharapkan perempuan dapat menggunakan media sosial dengan bijak. Apalagi saat ini penyebaran konten hoaks sangat tak terbendung mengingat pemilu yang akan berlangsung. ‘’Untuk itu perempuan harus cerdas dan menyaring informasi dari suatu isu yang beredar. Mari kita membagikan informasi yang memiliki unsur kebaikan dan tidak hoaks. Harus kita ingat kembali jangan golput karena wakil rakyat yang kita pilih adalah keberlangsungan pemerintahan yang akan menjabat,” sampainya.

Dijelaskan Nyimas dalam peringatan Hari Perempuan Internasonal tahun ini, KPI Provinsi Bengkulu mengusung tema tolak golput dan hoaks. Tujuannya sudah tentu untuk menekan angka golput. Mengembalikan antusiasme masyarakat dalam mengikuti pesta demokrasi 17 April mendatang. Selain itu, kegiatan ini merupakan gerakan untuk memperjuangkan keterwakilan perempuan di legislatif. Dengan keterwakilan perempuan di legislatif maka bisa menyuarakan kepentingan perempuan secara keseluruhan.  “Karena perempuan lah yang paling mengetahui kebutuhan yang dibutuhkannya,” tegasnya.

Kembali ke soal golput, Nyimas menyatakan sangat membenci keputusan pemilih demikian. Karena baginya golput sendiri mempunyai arti memberikan kesempatan kepada orang yang tidak bisa memperjuangkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat khususnya Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi BengkuluFatimah Siregar, M.Pd mengimbau kepada masyarakat apabila ada sesuatu yang menurut masyarakat tidak sesuai aturan pemilu silakan melapor ke Banwaslu.

Ia juga mengimbau kepada setiap pelaksana kampanye baik dari tim maupun calonnya, dilarang melakukan ujaran kebencian, menjelek-jelekkan calon ataupun perseorangan lain. Apabila terbukti melanggar, langsung akan ditindak sesuai UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pelaku pelanggaran bisa dipidana kurungan maksimum 2 tahun dan denda Rp 24 juta. “Mari melaksanakan pemilu dan jangan golput,’’ pungkasnya.(cw1)

Berita Lainnya

Soal Kandidat Cagub Bengkulu, NasDem, Gerindra dan PKB Masih Tunggu Instruksi Pusat

BENGKULU– Tiga partai politik (parpol) yakni, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerakan Indonesia …