Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Mukomuko / 145 Desa di Mukomuko Belum Ajukan Pencairan DD dan ADD

145 Desa di Mukomuko Belum Ajukan Pencairan DD dan ADD

MUSYAWARAH: Bupati Mukomuko membuka musyawarah rencana pembangunan pertanian Mukomuko, baru-baru ini. (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Mukomuko, sebanyak 145 pemerintah desa, belum kunjung mengajukan pencairan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) tahap pertama tahun 2019. Baru masuk di DPMD, sebanyak tiga desa yang mengusulkan penyaluran DD dan ADD tahap pertama tersebut.

Dikatakan Kabid Pemerintahan Desa DPMD Mukomuko Eka Purwanto, S.IP, MM, bahwa ketiga desa itu, adalah Desa Tanjung Medan, Desa Tirta Mulya dan Desa Tanjung Jaya. Seluruhnya dari Kecamatan Ipuh. “Untuk ketiga desa ini sudah selesai, sudah masuk berkasnya ke kita,” kata Eka.

Ia menyatakan, dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ketiga desa tersebut sudah selesai. Dan telah diregistrasi, tidak hanya di DPMD, tapi juga sudah tuntas diverifikasi di Bagian Administrasi Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Mukomuko.

“Selain itu, ketiga desa ini juga sudah mengajukan secara tertulis untuk penyaluran DD dan ADD tahap pertama, masing-masing sebesar 20 persen dari alokasi yang diperoleh masing-masing desa,” kata Eka.

Ketiga desa ini termasuk cepat dalam menyusun APBDes. Jika dibandingkan dengan desa lain di Kabupaten Mukomuko. Tidak hanya itu, juga cepat dalam mengajukan penyaluran DD dan ADD tahap pertama.

“Setelah ini, semoga masih ada lagi tambahan secepatnya dari desa lain. Cepat tuntaskan APBDes, evaluasi, verifikasi dan kemudian disampaikan ke kita. Disertai dengan pengajuan pencairan,” harapnya.

Eka menargetkan, semua desa mengajukan penyaluran DD dan ADD tahap pertama, sebesar 20 persen itu, tuntas diakhir bulan Maret ini. “Harapan kita begitu, biar cepat juga realisasinya di lapangan,” harap Eka.

Untuk diketahui, bantuan DD untuk sebanyak 148 desa mencapai Rp 124 miliar. Meningkat sekitar Rp 18 miliar, dibandingkan ditahun sebelumnya. “Pembagian ke desa mengacu pada letak dan luas wilayah secara geografis, termasuk jumlah penduduk miskinnya,” tandas Eka. (hue)

 

Berita Lainnya

Mabes Polri Hibahkan Lahan Bekas Mapolsek

MUKOMUKO – Tuntas sudah tukar guling lahan eks Mapolsek Mukomuko Utara, dari Mabes Kepolisian Republik ...

error: Content is protected !!