Rabu , 13 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Baru 30 Kelompok Usulkan Kopi Sambung, Pembagian Disesuaikan dengan Areal Kebun

Baru 30 Kelompok Usulkan Kopi Sambung, Pembagian Disesuaikan dengan Areal Kebun

KEPAHIANG – Sejauh ini baru 30 kelompok tani yang telah menyampaikan usulan proposal terkait kopi sambung. Jumlah ini diakui Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, belum mencukupi lantaran masih banyak kelompok tani yang belum menyampaikan usulan proposal kopi sambung tahun 2019 ini.

Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Hernawan, S.PKP bahwa untuk pembagian kopi sambung tahun 2019 ini nantinya akan diberikan kepada kelompok tani yang proposal pengajuannya telah disetujui dan telah dilakukan survet lapangan. Untuk pembagian penyerahan bibit kopi sambung, Hernawan mengatakan akan disesuaikan dengan luas lahan kebun kopi masyarakat di setiap kecamatan yang ada.

“Baru 30 kelompok tani yang mengajukan, ini masih jauh dari harapan kita untuk peningkatan produktivitas kopi. Kita berharap dalam bulan ini, seluruh kelompok tani khususnya kopi, sudah menyampaikan usulannya agar bisa kita akomodir,” terang Hernawan.

Diketahui, tahun 2019 ini Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui Dinas Pertanian (Dispertan), telah menyiapkan sebanyak 1 juta batang kopi sambungan jenis robusta untuk 8 kecamatan di kabupaten Kepahiang, dalam rangka Program Kopi Sambung di kabupaten Kepahiang.

“Kopi sambung yang akan kita bagikan kepada masyarakat adalah hasil dari penyambungan tag ent, dimana penyambungan dilakukan pada batang. Berbeda seperti biasanya yang menggunakan top ent, yakni penyambungan dari anakan atau tunas air,” ungkap Hernawan.

Adapun kopi yang akan disambung menggunakan sistem tag ent tersebut yakni jenis Sehasense, Sintaro 1, Sintaro 2, dan Sintaro 3. Keempat klon kopi ini nantinya akan dibagikan merata di kecamatan yang masuk dalam program ini.

“Saat ini programnya sudah lelang, insya Allah dalam waktu dekat sudah ada hasilnya. Memang rada terlambat lelang kita, lantaran kemarin ada kendala pada tender. Dimana salah satu syaratnya tim penyambung yang akan ambil andil dalam program ini, harus sudah memiliki sertifikasi dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) yang Cuma ada di Jember Jawa Timur,” terang Hernawan.

Adapun output yang diharapkan dari program ini kedepannya adalah meningkatnya hasil produksi kopi kabupaten Kepahiang. Misalnya dalam 1 hektare bisa menghasilkan 1 ton kopi, dengan program ini diharapkan bisa menghasilkan 3-5 ton kopi per hektare.

“Saat ini produktivitas kopi memang sedang dikembangkan, melalui pemeliharaan untuk peningkatan hasil. Karena kalau tidak melalui penyambungan, hasilnya tidak maksimal seperti yang terjadi selama ini,” jelas Hernawan.

Diketahui Kedelapan kecamatan yang akan mendapatkan bantuan kopi sambung tersebut yakni Kabawetan, Merigi, Ujan Mas, Kepahiang, Seberang Musi, Tebat Karai, Bermani Ilir, dan Muara Kemumu. Terkhusus untuk kecamaten Kabawetan, anggaran untuk pengadaan kopi sambungan dialokasikan dari APBD Provinsi Bengkulu, sementara untuk 7 kecamatan lainnya melalui alokasi APBD Kabupaten Kepahiang.

Suksesnya pelaksanaan Program Kopi Sambung Tahun 2018 ini, membuat Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang kembali akan melaksanakan program serupa di tahun 2019 mendatang. Untuk itu saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang telah mengusulkan untuk penambahan anggaran dalam RAPBD 2019 untuk Program Kopi Sambung.

Hernawan juga menuturkan, jika pada tahun 2018 ini anggaran untuk Program Kopi Sambung adalah Rp 2,5 miliar yang hanya sanggup mengakomodir beberapa desa di 7 kecamatan. Untuk itu di tahun 2019 mendatang, anggaran yang diusulkan mencapai Rp 4,5 miliar untuk mengcover kebutuhan kopi sambung desa potensi kopi yang ada di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Hanya saja dari usulan tersebut hanya diakomodir Rp 1,4 miliar untuk melanjutkan program peningkatan produktifitas kopi ini. Kendati demikian Hernawan meyakini dengan anggaran tersebut program kopi sambung 2019 ini bisa dimaksimalkan.

“Hasil di tahun 2018 ini kita rasa belum mencukupi untuk menargetkan produktivitas kopi kita, sehingga pada 2019 mendatang kembali kita usulkan anggaran untuk cover program yang lebih luas yakni di 8 kecamatan. Kendati anggaran yang diusulkan tersebut tidak sesuai harapan, namun kita optimis bisa mengelola anggaran yang ada dengan maksimal,” demikian Hernawan. (sly)

Berita Lainnya

Komunikasi Informasi Konsolidasi Ke Dewan Pers

KEPAHIANG – Dinas Kominikasi Informasi Persandian dan Statistik Kepahiang, beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke ...

error: Content is protected !!