Minggu , 23 Februari 2020
Home / Probis / Otomotif Dukung Program B100

Otomotif Dukung Program B100

JAKARTA – Isuzu siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan bahan bakar biodiesel hingga 100 persen (B100) sebagaimana yang direncanakan Presiden Joko Widodo. Untuk B20, Isuzu telah menguji solar dengan campuran 20 persen minyak kelapa sawit di Jepang.

“Pak Jokowi sudah menyatakan ingin menerapkan biodiesel hingga B100. Tentu, pemerintah tidak akan main-main membuat itu karena sebelumnya Isuzu melakukan pengujian terhadap bahan bakar B20,” kata Marketing Division Head Astra Isuzu Andy Dwi Zatmoko di sela-sela gathering Isuzu Lovers and Friends (IL&F) di Sentul, Bogor.

Dalam rangka penerapan B20 yang diluncurkan awal September lalu, Isuzu telah mengirim sampel B20 ke Jepang untuk diuji coba pada kendaraan bermesin diesel, baik penumpang maupun komersial. Bahan bakar solar yang dicampur crude palm oil (CPO) itu di-running di mesin hingga jarak 1.000 kilometer. ’’Nanti kalau B100 ada, pasti kita uji juga di Jepang,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Andy mengingatkan pemerintah agar berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait sebelum menerapkan kebijakan B100. Sebab, banyak pihak yang berkepentingan. Bukan hanya pabrikan otomotif seperti Isuzu. Namun, saat ini banyak pelaku usaha yang menggunakan kendaraan bermesin diesel. ’’Apa pun kebijakan pemerintah, akan kami support. Yang penting sosialisasi dulu,’’ tuturnya.

Andy berharap pernyataan Jokowi tersebut bukan hanya wacana. Sebab, jika berhasil diwujudkan, Indonesia akan terbebas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin mahal. ’’Masalahnya sekarang, bisa tidak CPO diproses menjadi 100 persen solar? Mungkin, sekarang pemerintah sudah punya teknologinya, tapi masih dalam tahap penelitian, belum skala industri,’’ ucapnya.

Selama ini Isuzu dikenal sebagai rajanya diesel. Principal otomotif asal Jepang itu memang tidak memiliki produk yang berbahan bakar selain solar. Namun, Andy menyatakan, mulai tahun lalu Isuzu ingin mengubah image tersebut. ’’Kendaraan diesel selalu diasosiasikan sebagai Panther. Padahal, kami punya produk lain. Misalnya, di segmen passenger car kami punya MU-X,’’ kata Andy.

Sepanjang 2018 penjualan ritel Isuzu mencapai 25.286 unit atau naik 26,9 persen dari tahun sebelumnya 20.502 unit. Selain kendaraan komersial, penjualan kendaraan penumpang seperti Isuzu MU-X melonjak dari 712 unit pada 2017 menjadi 737 unit pada 2018.

Wakil Ketua IL&F Udin mengakui, performa kendaraan dengan mesin diesel lebih bertenaga dibanding nondiesel. Karena itu, owner PT Mitra Pertamina itu sejak 10 tahun lalu mengganti armada di perusahaannya dan mobil pribadi dengan kendaraan bermesin diesel. ’’Sekarang saya punya lima unit Isuzu, mulai Elf untuk ngangkut tabung elpiji hingga MU-X untuk kendaraan sehari-hari,’’ paparnya.(wir/c15/oki)

Berita Lainnya

Pesta Durian Lebong

BENGKULU – Kabupaten Lebong termasuk salah satu daerah penghasil durian terbesar di Provinsi Bengkulu. Bahkan …