Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Breaking News / Perang Bintang di Pilkada Serentak

Perang Bintang di Pilkada Serentak

TAHAPAN Pilkada serentak di Bengkulu rencananya sudah dimulai tahun 2020. Tidak lama lagi. Sejumlah bakal kandidat pun mulai bermunculan. Sudah dapat diprediksi. Bukan hanya bursa kandidat Pilgub. Tetapi juga Pilbup di delapan kabupaten. Berikut laporannya.

Adapun delapan kabupaten yang bakal ikut menggelar Pilkada serentak, seperti Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Utara, Seluma, Rejang Lebong, Lebong, dan Mukomuko. Kandidat yang bakal maju, adalah para bintang.

Di Bengkulu Utara nama pertama tentunya adalah Bupati Bengkulu Utara saat ini Ir. H Mian. Selain sebagai Incumbent, ia juga sebagai Ketua PDI-Perjuangan Bengkulu Utara. Mian juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Jawa yang paling berpeluang meraup suara dari suku yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah Suku Rejang.

Selain Mian, nama yang juga populer tentunya Arie Septia Adinata, SE. Selain sebagai Wabup  Arie juga kini menjabat sebagai Ketua Nasdem Bengkulu Utara yang kini menjadi Partai peraih suara terbanyak di Bengkulu Utara. Selain itu, Arie yang lahir dari keluarga pengusaha sukses diyakini tidak akan terkendala terkait logistik Pilkada.

Sosok lain yang muncul adalah Aliantor Harahap, SE yang kini menjadi Ketua DPRD Bengkulu Utara dan sudah dua kali duduk sebagai Anggota DPRD Bengkulu Utara. Ali juga dinilai sebagai poros baru yang bisa meraup suara tidak sedikit dan diperhitungkan untuk maju dalam Pilbup nanti.

Selain itu nama baru di dunia politik Bengkulu Utara adalah Herliyanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Bengkulu Utara. Meski nama baru, sosok Imron Rosyadi yang merupakan pamannya tentunya menjadi perhitungan sendiri untuk maju dalam Pilbup tahun depan.

Ketua KPU BU Roges Mawansyah, SE, ME menuturkan jika saat ini KPU tengah mempersiapkan terkait PIlleg dan Pilpres. Namun ia membenarkan jika tahapan Pilkada sudah akan dimulai akhir tahun ini, terutama terkait verifikasi pemilih dan penyelenggara kecamatan.

“Nantinya diakhir tahun nanti kita menunggu instruksi untuk memulai tahapan. Tentunya lebihdulu membentuk penyelenggara di kecamatan dan melakukan verifikasi data pemilik, pemutakhiran data,” pungkas Roges.

Di Mukomuko, meski tidak lama lagi, sejumlah calon saat dikonfirmasi RB, masih malu-malu. Termasuk incumbent, Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH. Belum menyatakan dengan tegas soal Pilkada 2020 mendatang. Huda berdalih, masih fokus menyelesaikan pekerjaan sebagai Bupati sekarang ini. Meskipun berkali-kali ditanya RB. Klaim Huda, ia belum memikirkan untuk maju lagi di Pilkada Kabupaten Mukomuko akan datang.  “Belum terpikir maju. Masih menyelesaikan pekerjaan yang ada sekarang.” Singkat Huda.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Mukomuko Haidir, S.IP. Baginya, jabatan sebagai Wabup masih sekitar dua tahun lagi. “Kita jalani yang ada dulu,” kata Haidir. Ia masih fokus menjalani tugas yang ada sekarang. Jadi belum menentukan sikap. Apalagi belum ada aturan jelas, bahwa Kabupaten Mukomuko ikut PIlkada serentak di 2020.

Sementara itu, mantan calon Bupati (Cabup) Mukomuko Ir. Wismen A. Razak dikonfirmasi RB, menyatakan tidak akan ikut bertarung di Pilkada Mukomuko mendatang. Terlebih jika dirinya nanti terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. “Jika mendapat amanah masyarakat Bengkulu sebagai anggota DPR-RI. Maka saya akan konsent dan fokus menjalankan amanah tersebut,” kata Wismen.

Ketua KPU Mukomuko Irsyad kepada RB mengatakan, belum membahas soal tersebut. Namun dalam ancang-ancang, untuk Mukomuko bisa mencapai enam sampai tujuh pasang. Perhitungannya, jumlah kursi di DPRD Mukomuko ada 25 kursi. Syarat minimal partai bisa mengajukan calon, minimla lima kursi. Artinya, untuk calon yang diusung partai politik, bisa empat sampai lima pasang. Kemudian dua pasang lagi, diprediksi dari jalur perseorangan atau independen.

“Kita maish menunggu petunjuk dari KPU RI. Sampai hari in, belum ada aturan yang menyebutkan Mukomuko masuk Pilkada serentak di tahun 2020,” pungkas Irsyad.

Sementara Kabupaten Lebong juga berkemungkinan besar ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Seperti yang disampaikan Divisi Hukum dan Pengawasan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong, Devi Irawan, SH, Lebong berpotensi ikut Pilkada tahun depan mengingat rentang Pilkada Lebong yang hanya terpaut 1 tahun dengan jadwal Pilkada Serentak Nasional 2020.

‘’Ini belum pasti ya. Namun kemungkinan besar Lebong ikut Pilkada serentak September 2020 karena menurut saya tidak ada alasan kuat bagi Lebong menunda ikut jadwal Pilkada Serentak 2022. Untuk pastinya kami juga masih menunggu petunjuk dari KPU RI dan KPU Provinsi Bengkulu,’’ kata Devi.

Jika benar Lebong ikut Pilkada 2020, artinya tahapan akan segera dimulai 3-4 bulan pasca dilantiknya peserta Pemilu 2019 terpilih. KPU Lebong akan merekrut kembali seluruh penyelenggara pemilu. Mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Terkait wacana Pilkada Serentak 2020, Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Lebong, Mahdi, S.Sos mengaku setuju jika Pemilihan Bupati (Pilbup) Lebong maju di 2020 dari pada diundur 2022. Mengingat akan terjadinya kekosongan jabatan jika diundur 2022 sehingga kepemimpinan Lebong harus dipimpin caretaker atau pelaksana tugas (Plt).

‘’Teknisnya akan memakan waktu dan bisa berjalan rumit karena mendagri (menteri dalam negeri, red) akan menunjuk salah satu dari tiga pejabat provinsi yang diusulkan Plt oleh gubernur ke mendagri. Artinya akan lebih baik jika Pilbup Lebong dimajukan 2020,’’ terang Mahdi.

Untuk kandidat calon bupati (cabup) dan kandidat calon wakil bupati (cawabup) yang diprediksi maju dalam Pilbup Lebong 2020, sejauh ini telah beredar lebih 10 nama. Namun nama yang semakin santer disebut-sebut bakal maju sebagai cabup Lebong semakin mengerucut menjadi 6 orang. Empat diantaranya dari kalangan politisi dan 2 diantaranya dari kalangan birokrat. Dari kalangan politisi, muncul nama Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Lebong, Teguh Raharjo EP, SE yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Lebong.

Termasuk Ketua DPD Golkar Kabupaten Lebong, Mahdi, S.Sos yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lebong. Selanjutnya Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lebong, Kopli Ansori, SE yang sempat menjadi lawan berat Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP, M.SI saat Pilbup Lebong 2015. Nama Armansyah Mursalin, SE, politisi PAN yang kini masih menjabat Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dan tidak lagi mencalonkan diri di kursi legislatif.

Sedangkan dari barisan birokrat, muncul nama Guntur, S.Sos yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebong yang juga adik ipar Bupati Lebong, Rosjonsyah. Satunya lagi, Zamzami Zubir, SE, MM yang kini menjabat Sekretaris Kabupaten Kepahiang.

Untuk kandidat wakil bupati (wabup), nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Zamhari, SH, MH juga semakin santer dibicarakan masyarakat. Termasuk John Ferianto, S.Sos, MM, mantan Asisten I Sekretariat Kabupaten Lebong dan Drs. Robert Rio Mantovani, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong.

Dikonfirmasi, salah satu kandidat cabup Lebong, Mahdi, S.Sos tidak menampik dukungan agar dirinya maju dalam Pilbup Lebong 2020 semakin deras mengalir. Baik dari internal Golkar maupun masyarakat. Dengan posisi kemenangan Golkar dengan suara terbanyak kedua hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, diyakininya perolehan suara Golkar dalam Pileg April mendatang masih akan berada di posisi terbanyak. ‘’Yang pasti atas dukungan itu, saya sebagai Ketua Golkar Lebong akan maju terlepas siap ataupun tidak. Namun untuk pastinya kita lihat hasil Pileg April mendatang,’’ tukas Mahdi.

Kandidat Mengaku Siap

Di Kepagiang sudah mulai memunculkan beberapa nama kandidat calon bupati, yang saat ini hangat menjadi pembicaraan masyarakat. Beberapa nama tersebut yakni Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, Andrian Defandra, SE, Edwar Samsi, S.IP, dan Lenny John Latief. Keempatnya merupakan nama-nama politisi yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Kepahiang.

Hidayatullah Sjahid misalnya, Bupati Kepahiang saat ini dikabarkan akan kembali maju dalam Pilkada 2020 mendatang. Perubahan pembangunan yang dilakukannya selama menjabat Bupati hingga saat ini, menjadi salah satu alasan masyarakat kembali berharap Dayat (sapaan akrabnya, red) untuk kembali melanjutkan pembangunan di periode kedua.

Kemudian nama Andrian Defandra, SE atau yang akrab disapa Aan. Belakangan juga mulai muncul ke permukaan sebagai salah satu kandidat penantang incumbent dalam Pilkada 2020 mendatang. Sepak terjangnya sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang selama ini yang dikenal cukup dekat dengan masyarakat, menjadi alasan logis bagi masyarakat untuk memilih Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kepahiang ini.

Selanjutnya ada nama Edwar Samsi, S.IP, MM. Nama yang satu ini juga tidak perlu diragukan lagi kinerjanya. Terbukti Ketua DPC PDIP Kabupaten Kepahiang ini sudah 3 periode terpilih duduk di DPRD Kabupaten Kepaihang. Saat ini Edwar pun tengah mempersiapkan diri bertarung untuk memperebutkan kursi DPRD Provinsi Bengkulu.

Terakhir nama yang muncul ada politisi wanita Bengkulu, Lenny Haryati John Latief. Kader Partai Nasdem yang saat ini tengah ikut konstestasi Pemilu 2019 untuk DPR RI ini juga disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk kembali terjun dalam Pilkada 2020 mendatang. Dengan basis keluarga besar asal Kabupaten Kepahiang, Lenny menjadi salah satu kuda hitam yang diprediksi bisa saja meraih kursi BD 1 G pada Pilkada 2020.

Menanggapi informasi yang beredar ini, Bupati Kepahiang Dr. Hidayatullah Sjahid, MM ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan mencermati situasi dan kondisinya politik tahun depan terlebih dahulu. Secara pribadi, menurut Dayat, dirinya berserta partai politik yang dipimpinnya saat ini yakni Partai Nasdem, akan lebih dulu melihat kondisi realitas politik yang terjadi.

“Seandainya ada parpol yang mencalonkan, dan ada peluang untuk ikut mencalonkan. In Syaa Allah saya mempertimbangkan untuk ikut mencalon. Tetapi sesungguhnya pada akhirnya mudah-mudahan dibukakan jalan oleh Allah SWT untuk ikut serta, dan tentunya jika masih mendapatkan dukungan dari masyarakat Kabupaten Kepahiang,” terang Dayat.

Hal serupa juga diungkapkan Andrian Defandra, SE. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang ini mengatakan, dengan adanya tanggapan dari masyarakat seperti itu, ia mengaku berterimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan harapan untuk dirinya agar maju pada Pilkada 2020 mendatang. Hanya saja menurutnya, dirinya selaku pengurus partai tentunya menunggu dulu seperti apa keputusan dari partai.

“Kalau memang nantinya direstui oleh partai, kemudian memang masyarakat menginginkan untuk kemajuan kabupaten, ya kita siap. Namun tentunya kita harus melihat kondisi dan situasi dulu, apalagi sebentar lagi menjalang Pemilu 2019. Dan hasil dari pemilu tentunya berpengaruh terhadap Pilkada 2020 nantinya,” jelas Aan.

Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, S.Ip, MM pun mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya untuk mencalonkan kandidat dalam Pilkada 2020, salah satu syaratnya adalah memiliki kursi minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kabupaten Kepahiang, yakni 5 kursi. Untuk itu PDIP Kabupaten Kepahiang sebelum melangkah jauh ke Pilkada 2020, tentu harus melakukan penghitungan yang jeli terhadap hasil Pemilu 2019 ini.

“Secara pribadi, saya tentu siap jikalau memang nantinya dipercaya oleh masyarakat dan parpol untuk ikut maju dalam Pilkada 2020 mendatang. Namun sebelum terlalu jauh memikir kan ke ranah itu. Kami tentu akan lebih fokus dalam hasil dan pencapaian Pemilu 2019 terlebih dahulu. Karena hasil Pemilu 2019 juga memiliki andil dalam rencana untuk Pilkada 2020 mendatang,” ujar Edwar.   Terpisah Komisioner KPU Kepahiang Ikrok, S.Pd mengungkapkan, saat ini KPU Kepahiang belum melakukan pembahasan terkait Pilkada 2020 mendatang. Pasalnya KPU Kepahiang saat ini masih terfokus pada penyelenggaraan Pemilu 2019 agar berjalan sukses.

Ya Kepahiang ikut dalam Pilkada Serentak 2020. Namun untuk tahapan, sejauh ini belum ada. Karena ranah tahapan Pilkada 2020 itu merupakan wilayah KPU RI. Kalau kami dari KPU Kepahiang masih terfokus untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019 terlebih dahulu,” singkat Ikrok.

Enam Kandidat, Diperkirakan Maju Pilbup 2020

Pantauan RB, sedikitnya ada enam kandidat yang akan maju untuk memimpin tampuk pemerintahan Kabupaten Seluma. (lengkap lihat grafis). Keenam kandidat tersebut ada yang merupakan pejabat yang saat ini masih aktif di Pemkab Seluma. Namun ada juga beberapa diantaranya pendatang baru, namun sudah lama dikenal oleh masyarakat Seluma.

Sebuah keuntungan bagi kandidat yang diperkirakan bakal maju dalam pilbup, yaitu tidak majunya lagi petahana atau incumbent, Bupati Seluma H. Bundra Jaya, SH, MH. Bundra tidak maju dalam pilbup dikarenakan sudah dua periode menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Seluma. Salah satu kandidat yang diperkirakan akan maju dalam pilbup 2020, Syafrudin Dahlan mengatakan dirinya siap untuk maju dalam pilbup, jika masyarakat meminta. “Semua saya kembalikan kepada masyarakat. Jika masyarakat mendukung dan menghendaki, saya siap membawa aspirasi mereka. Saya akan maju dalam pilbup 2020 mendatang,” ucap Syafrudin yang akrab disapa Dang Ujang ini kepada RB kemarin (10/3).

Pendatang baru lainnya dalam pilbup Seluma yakni Junaidi, SP dan Rusli Yakub yang tidak bisa dianggap remeh oleh calon lainnya. Selain ada juga Mantan Wakil Bupati (Wabup) Seluma, Mufran Imron yang juga diperkirakan bakal maju menuju BD 1 P. Selain kandidat calon tersebut, juga ada Wabup Seluma saat ini, Drs. Suparto, M.Si serta Sekda Seluma Irihadi, M.Si yang harus menjadi perhitungan para kandidat pendatang baru dalam bursa pilbup 2020 Kabupaten Seluma. “Semakin banyaknya kandidat yang maju, menunjukan SDM Seluma telah maju. Yang terpenting siapapun yang terpilih, itulah pilihan masyarakat Seluma,” kata Junaidi.

Baru Incumbent yang Muncul

Kabupaten Kaur dipastikan masuk salah satu daerah yang akan ikut Pilkada serentak tahun 2020 yang akan datang. Namun hingga saat ini belum ada satu pun calon penantang incumbent saat ini muncul kepermukaan untuk ikut pada pilkada 2020 yang akan datang. Pasalnya sebagian parpol di Kaur masih menunggu hasil pemilu April 2019 yang akan baru menentukan sikap.

Bahkan sebagian besar parpol saat ini masuk fokus pada pemilu 2019 yang saat ini sudah berda di depan mata. Beberapa parpol besar seperti Nasdem, Demokrat dan PDIP sediri belum memunculkan calon yang akan menantang Gusril Fauzi di Pilkada tahun 2020 yang akan datang.

“Untuk saat ini kita masih fokus di pemilu 2019 jadi komunikasi ke pilkada itu belum ada. Kalau sudah pilkada mau 2020 atau 2023 kita pastikan siap munculkan calon,” kata Ketua PPP Kaur Maharda Kurnian.

Anak Bupati Bakal Lanjutkan

Selanjutnya nama-nama yang sudah mulai muncul di Rejang Lebong, diantaranya Ketua Golkar Rejang Lebong H. Andrian Wahyudi, SH yang merupakan putra Bupati Rejang Lebong Dr. H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si. Kemudian istri mantan Bupati Rejang Lebong Suherman, yaitu Susilawati yang diketahui merupakan Ketua Nasdem Kabupaten Rejang Lebong hingga Ketua DPRD Rejang Lebong yang masih aktif saat ini yaitu M. Ali, ST politisi Gerindra. Tidak luput juga yang digadang-gadang akan maju sebagai incumben, Wakil Bupati Rejang Lebong H. Iqbal Bastari, S.Pd, MM.

Kesemuanya bukan tidak mungkin bakal maju dalam Pilkada serentak tahun 2020 mendatang. Selain kapasitas sebagai politisi, serta anggota dewan, mereka juga dinilai memiliki berbagai latar belakang dan pengalaman dalam berpolitik. Contohnya Wabup Iqbal yang sudah dua kali menjadi pasangan kepala daerah yang berbeda. Bahkan terbilang unik, yaitu mendampingi Suherman periode pertama di Rejang Lebong tahun 2005-2010. Tanpa diduga, di pertarungan Pilkada 2016-2021 malah terpilih mendampingi Bupati Hijazi sampai sekarang yang tidak lain adalah mantan lawan politiknya di periode 2005-2010.

Kemarin RB mencoba mewawancarai Wabup Iqbal terkait gonjang ganjing Pilkada 2020 mendatang. Namun sepertinya Wabup Iqbal yang dikenal ramah ini belum mau berkomentar banyak. ‘’Lain kalau sudah takdir (menjadi calon bupati, red). Tapi sampai sekarang saya belum kepikiran,’’ ucap Wabup Iqbal.

Dirinya mengaku, saat ini hanya ingin fokus mendampingi Bupati Hijazi dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawab sebagai Wabup RL periode 2016-2021. ‘’Saya masih punya sisa dua tahun masa jabatan dan ini harus saya tuntaskan hingga selesai. Dan tentunya membutuhkan dukungan seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat dan mewujudkan berbagai visi dan misi yang kami usung. Jadi kalau soal mencalon bupati, sekali lagi saya katakan, belum kepikiran,’’ elak Wabup Iqbal.

Sementara itu, Ketua Gerindra Kabupaten RL Adnan, S.Sos yang dikonfirmasi RB kemarin langsung menyatakan regas, siap menyambut pertarungan Pilkada 2020. Bahkan saat ini dirinya mengkau sudah banyak kader mereka yang dinilai layak untuk diusung nantinya dalam Pilkada 2020. Diantaranya ada nama Ketua DPRD RL saat ini M. Ali, ST, ada nama mantan pejabat RL dan Pejabat Lebong M. Syafik, termasuk mantan Sekda Rejang Lebong Tarmizi.

‘’Kalau kita (Gerindra, red) jelas prioritas kader dulu, tapi bukan menutup kemungkinan calon diluar kader. Tinggal lagi bagaimana nanti hasil Pileg dan komposisi di kursi legislatif. Kalau target kita tercapai 8 kursi dan bisa mengusung pasangan sendiri, kemungkinan kader partai jadi prioritas,’’ ungkap Adnan.

KPU Masih Menunggu Petunjuk Pusat

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan kembali dilaksanakan tahun 2020 mendatang. Hingga kemarin (10/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu masih menunggu petunjuk pusat (KPU RI). Hal ini disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu Irwan Saputra.

Ia mengatakan, secara teknisnya tahapan Pilkada serentak mendatang belum disusun lantaran masih menunggu petunjuk KPU RI. Namun bila berkaca aturan Undang-undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada serentak, proses tahapan tersebut akan dimulai sebelum dari 10 bulan habis masa jabatan Kepala Daerah.  “Jadi setelah pemilu 2019 ini mungkin sudah mulai dirancang untuk proses tahapan Pilkada serentak mendatang. Dan sejauh ini kita juga menunggu petunjuk dari KPU RI terkait kepastian pelaksanaannya. Sebab bila serentak dengan daerah lain, tentu petunjuk teknis dan pelaksanannya tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya,” ungkap Irwan.

Menurut Irwan, bila nanti ada kepastian pelaksanaan Pilkada serentak akan dilaksanakan 2020 mendatang. Maka untuk wilayah Bengkulu sejumlah daerah yang akan mengikuti sama seperti tahun 2016 lalu yakni Pilgub, Pilbup Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Selatan, Kaur, Manna, Bengkulu Utara, dan Mukomuko.

“Kalau nanti benar tahun 2020 dilaksanakan Pilkada serentak. Maka sekitar bulan Mei 2019 ini sudah dimulai tahapan awalnya seperti pendaftaran penyampaian dukungan untuk jalur perseorangan dan lainnya. Namun pada intinya kita masih menunggu petunjuk pelaksana dan teknisnya lebih lanjut nantinya. Karena sejauh ini memang belum ada Surat Edaran (SE) berkaitan dengan Pilkada serentak tersebut,” bebernya.

Ditambahkan Irwan, Pilkada serentak yang akan dilaksanakan nanti dapat menjadi koreksi pilkada sebelumnya. “Termasuk soal daftar pemilih saat ini menjadi prioritas kami untuk dibenahi. Selain itu masalah partisipasi pemilih juga menjadi target kami harus ditingkatkan kedepannya,” ujarnya. (tim)

 

Berita Lainnya

Wagub Dijadwalkan Dilantik di Istana

BENGKULU– Hasil Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) di DPRD Provinsi Bengkulu sudah diserahkan kepada Menteri Dalam ...

error: Content is protected !!