Minggu , 23 Februari 2020
Home / Probis / Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh

Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh

JAKARTA – Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2019 dan 2020 oleh Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi Pembangunan (OECD) bakal berdampak pada Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di kisaran 5,1-5,2 persen, turun dibandingkan tahun 2018 sebesar 5,17 persen.

OECD memperkirakan dengan pemangkasan tersebut ekonomi global akan tumbuh 3,3 persen pada 2019 dan 3,4 persen pada 2020. Keyakinan ini juga dibenarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, yakni ekonomi nasional tahun ini akan tembus di angka 5,3 persen. Angka tersebut karena didorong pembangunan infrastruktur.

Karena itu, Darmin meyakini pemangkasan ekonomi global tidak akan berdampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Proyek infrastruktur yang sudah dimulai, yang akan jalan saja terus. Beda dengan kalau belum ada investasinya, boleh jadi akan terpengaruh,” kata Darmin di Jakarta, kemarin (11/3).

Diketahui Indonesia saat ini tengah mengebut penyelesaian pembangunan infrastruktur. Mengingat masa kerja Presiden Joko Widodo yang sudah memasuki masa akhir kepemimpinannya. Pendorong pertumbuhan ekonomi, kata Darmin, juga oleh konsumsi masyarakat. Ini karena setiap tahunnya angka konsumsi terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), merilis angka konsumsi masyarakat pada 2018 masih tumbuh positif sebesar 5,05 persen. Sedangkan di tahun 2019 ini, diproyeksi angka konsumsi rumah tangga akan tumbuh di atas 5 persen.

Sementara Bank Indonesia (BI) sebelumnya optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan naik 6 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Asalkan, ada kebijakan keberlanjutan kebijakan ekonomi. “Ke depan sepanjang ada keberlanjutan (kebijakan ekonomi) ini bisa ke arah 6 persen, ya 4-5 tahun ke depan,” ucap Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Menurut Perry, Indonesia telah terbukti kuat menghadapi tekanan ekonomi global, bisa dilihat sepanjang 2018 lalu. “Kalau negara lain nggak tahan gelombang tekanan dunia, akhirnya krisis di Turki, Brasil, Afrika Selatan hampir kena, Alhamdulillah kita tahan. Tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi pertumbuhan ekonominya naik, tahun lalu 5,17 persen,” kata Perry.

Terpisah, pengamat ekonomi dari Center Of Reform on Economic (Core), Muhammad Faisal pesimistis pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,3 persen. Prediksi Faisal,pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 hanya 5,1 hingga 5,2 persen.

“Dengan perkembangan global akhir-akhir ini, termasuk ancaman perlambatan lebih dalam dari China, jelas akan berpengaruh ke ekonomi domestik, terutama ke sumbangan pertumbuhan net-ekspor, apalagi kalau konsumsi swasta juga terkoreksi,” papar Faisal.

Mengenai proyek infrastruktur menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Faisal tidak sependapat karena tidak akan mampu menahan pengaruh global.

“Daya redam proyek infrastruktur terhadap pengaruh global tidak akan terlalu kuat, apalagi ada faktor pemilu di dalam negeri. Saya kira lebih condong di kisaran 5,1 persen,” pungkas Faisal.(din/fin)

Berita Lainnya

Pesta Durian Lebong

BENGKULU – Kabupaten Lebong termasuk salah satu daerah penghasil durian terbesar di Provinsi Bengkulu. Bahkan …