Jumat , 28 Februari 2020
Home / Probis / Target Ekonomi Digital Rp 1.820 T di 2020

Target Ekonomi Digital Rp 1.820 T di 2020

Rudiantara

JAKARTA – Pertumbuhan teknologi digital di era sekarang ini terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Salah satunya bisa dilihat dari produk jasa ojek online yang mengantarkan makanan. Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara meyakini nilai ekonomi digital di tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dolar AS atau setara Rp 1.820 triliun (kurs Rp 14.000).

Chief RA, panggilan akrab Rudiantara, mencontohkan, yang paling senderhana, yaitu jasa mengantar makanan. Menurut dia, itu salah satu potensi mendorong nilai ekonomi bakal tercapai target pemerintah. “Misalkan orang Jakarta. Mereka kan suka pesen Go-Food. Itu ada 95 juta boks ayam geprek tahun lalu terkirim. Itu aja cuma Go-Food coba bayangkan potensinya,” kata Rudiantara kemarin (11/3).

Lanjut Chief RA, nilai ekonomi digital juga didorong di bisnis penyediaan penginapan yang bisa mencapai 6-7 miliar dolar AS. Nilai itu dihitung untuk hotel-hotel dengan tarif bawah. Sementara kalau digabung dengan tarif hotel berbintang, akan lebih dari angka tersebut.

“Digital ekonomi di pariwisata star hotel 6-7 miliar dolar AS. Itu baru penginapan berbintang, belum lagi hotel melati, ini kan sekarang reservasinya online, saya belum hitung lagi,” tutur Chief RA.

Ditambah lagi dengan penyedia jasa transportasi penerbangan. Kata Chief RA, sektor ini juga memiliki potensi yang tak kalah besar dengan penginapan. “Transportasi udara seperti Garuda, Lion, Sriwijaya Air yang sudah gabung Garuda sekarang, terus AirAsia, semuanya, bisa 10 miliar dolar AS,” tutur Chief RA.

Dengan segala potensi tersebut, Chief RA menyakini ekonomi digital Indonesia akan bisa bertumbuh semakin pesat. “Perhitungan saya ekonomi digital tahun ini mencapai 70 miliar dolar AS, tahun 2020 saya taksir akan jadi 130 miliar dolar AS,” jelasnya.

Sementara pengamat ekonomi Core Indonesia, Muhammad Faisal mengatakan jauh lebih penting sekarang ini bagaimana pemerintah bisa mendorong produsen di dalam negeri semuanya telah terdigitalisasi. “Jika semua produsen terdigitalisasi, maka memperoleh akses pasar yang lebih besar baik di dalam negeri maupu di luar negeri,” ujar Faisal.

Selain itu, nilai angka Rp1.820 triliun yang menjadi target pemerintah, menurut Faisal, yang hanya mengandalkan Go-Food, akomodasi, tidak mungkin tercapai. Sebab ada potensi yang lebih besar seperti UMKM lokal yang harus dilibatkan agar semuanya terhubung digitaliasi.(din/fin)

Berita Lainnya

Hypermart Berikan Promosi Spesial

BENGKULU – Akhir bulan Februari ini, Hypermart kembali menghadirkan promosi spesial untuk pelanggan setianya. Manager …