Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Probis / Laba Antam Naik Signifikan

Laba Antam Naik Signifikan

Dimas Wikan Pramudhito

JAKARTA – PT Antam Tbk mengumumkan peningkatan kinerja operasi, penjualan dan keuangan yang signifikan pada 2018. Sepanjang 2018, Antam mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 541 persen menjadi Rp 874,42 miliar dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 136,50 miliar.

Pertumbuhan laba bersih yang positif terutama disebabkan pertumbuhan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Antam serta peningkatan efisiensi yang berujung pada stabilnya level biaya tunai operasi Antam. Penjualan bersih Antam di sepanjang 2018 tercatat sebesar Rp25,24 triliun, naik 99 persen dibandingkan penjualan bersih pada 2017 sebesar Rp12,65 triliun.

“Kinerja keuangan Antam yang solid juga terefleksikan dari pertumbuhan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) FY18 tercatat sebesar Rp3,33 triliun tumbuh 51 persen dibandingkan dengan capaian EBITDA FY17 sebesar Rp 2,21 triliun,” ujar Direktur Keuangan Antam, Dimas Wikan Pramudhito.

Pada 2018, Antam mencatatkan capaian produksi & penjualan feronikel dan penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sepanjang 2018, nilai penjualan bersih Antam tercatat sebesar Rp25,24 triliun dengan komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan perusahaan, berkontribusi sebesar Rp 16,69 triliun atau 66 persen dari total penjualan bersih FY18.

Pada 2018, Antam mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 24.868 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik sebesar 14 persen dari capaian FY17 sebesar 21.762 TNi dan penjualan feronikel mencapai 24.135 TNi, tumbuh sebesar 10 persen dibandingkan FY17 sebesar 21.878 TNi.

Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel ANTAM di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 TNi per tahun. Penjualan feronikel pada FY18 merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih ANTAM, dengan kontribusi sebesar Rp 4,66 triliun atau 18 persen dari total penjualan bersih FY18.

Untuk komoditas emas, Antam mencatatkan capaian penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pada 2018, volume penjualan emas mencapai 27.894 kg (896.812 t.oz) atau naik signifikan sebesar 111 persen dibandingkan capaian FY17 sebesar 13.202 kg (424.454 t.oz) seiring dengan strategi pengembangan pasar emas baik domestik dan ekspor serta inovasi produk Logam Mulia Antam.

“Pendapatan Antam dari penjualan emas di FY18 tercatat sebesar Rp16,69 triliun. Capaian penjualan bersih tersebut naik 126 persen dibandingkan penjualan bersih emas FY17 yang tercatat sebesar Rp 7,37 triliun. Antam mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.957 kg (62.919 t.oz) pada 2018,” jelas dia. (chi/jpg)

Berita Lainnya

Genjot Pembayaran Non Tunai, BI Gelar Pekan QRIS Nasional

BENGKULU – Bank Indonesia (BI) gencar mensosialisaikan pembayaran non tunai di Provinsi Bengkulu. Khususnya dikalangan …