Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Masa Pendaftaran Pejabat Pratama Diperpanjang

Masa Pendaftaran Pejabat Pratama Diperpanjang

BUKA: Wabup Mukomuko Haidir, S.IP didampingi Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan saat membuka kegiatan Perencanaan Pembangunan Forum Perangkat Daerah. (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Panitia Seleksi (Pansel) terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama, membuka kembali atau memperpanjang masa pendaftaran hingga, Jumat (15/3) mendatang. Sebelumnya pendaftaran ditutup hingga 6 Maret lalu. Perpanjangan ini berlaku untuk seluruh posisi JPT Pratama, lantaran  sepi peminat. Bahkan dari empat jabatan pimpinan OPD itu, ada satu jabatan yang belum ada pendaftar sama sekali.

Yakni posisi kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko. Sedangkan jabatan kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), meski sudah ada yang mendaftar, tapi kuotanya masih kurang dari yang disyaratkan.

“Baru dua OPD yang memenuhi syarat. Jabatan kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jabatan kepala Dinas Pertanian (Distan),” kata Wakil Bupati Mukomuko Haidir, S.IP didampingi Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan, kemarin.

Selaku ketua Pansel, mereka masih menunggu hingga waktu perpanjangan kedua pendaftaran lelang jabatan ini berakhir. Ia berharap, semua kuota jumlah minimal pendaftar di satu jabatan dapat terpenuhi.

“Mudah-mudahan kuota pendaftaran bisa terpenuhi. Supaya kita bisa lanjutkan ketahapan berikutnya. Kalau belum juga, kita akan sampaikan terlebih dulu kepada Bupati untuk menentukan tindak lanjut berikutnya,” ujar Sekda.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mukomuko, Edy Suntono, SH,  mengatakan jumlah pendaftar saat ini baru delapan orang. Berkasnya sudah masuk dan diterima oleh panitia. Enam dari delapan pejabat yang melamar itu adalah Haeri Prastyono, S.STP, Rahmadi Hidayat, S.Pi, M.Si Suwarto, S.Pd Harvinda, ST, Effih, ST dan Budi.

“Dari delapan pendaftar tersebut, semuanya dari Pejabat eselon III saat ini,” singkat Edy.

Ketua Komisi III DPRD Mukomuko Wisnu Hadi, SE menyayangkan kondisi sepinya pelamar JPT pratama Pemkab Mukomuko tersebut. Menurutnya, apa yang terjadi, harus jadi evaluasi oleh Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian dan tim panitia seleksi (Pansel).  Wisnu yakin, sudah banyak PNS yang memenuhi syarat administrasi untuk melamar JPT Pratama yang dibuka. Namun kuat dugaan kata Wisnu, sejumlah PNS itu enggan mendaftar ke eselon II, karena tahapan seleksi itu terkesan seremonial saja. Karena siapa yang duduk, diduga sudah dipersiapkan.

“Saya yakin seperti itu kondisinya. Jadi mereka merasa percuma saja ikut lelang jabatan. Walaupun hasil uji, nilainya tinggi, tetap diragukan bisa duduk. Atau memang hasil tinggi itu sendiri yang diragukan,” kata Wisnu.

Dinyatakan Wisnu, tim Pansel harus bisa bersikap independen. Dia khawatir mereka tidak independen. Apalagi anggota Tim Pansel, sebagian merupakan orang yang sama di setiap pelaksanaan lelang jabatan.

“Kita melihat, mereka ini cuma untuk menghabiskan anggaran saja. Apalagi memang sudah ada alokasinya. Harusnya Pansel bisa independen. Selagi ini tidak dirubah, maka kondisi sepi pelamar akan terus terjadi di lelang jabatan,” tandas Wisnu. (hue)

Berita Lainnya

Tiga Parpol Minimal Mendapat Dua Kursi

MUKOMUKO – Setidaknya ada tiga partai politik (Parpol) yang menimal mendapat dua kursi DPRD Mukomuko ...

error: Content is protected !!