Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Breaking News / OPD Tak Tebus Biaya Perbaikan, Dua Mobil Plat Merah Dibiarkan Terbengkalai

OPD Tak Tebus Biaya Perbaikan, Dua Mobil Plat Merah Dibiarkan Terbengkalai

MEMPRIHATINKAN : Kondisi mobnas milik Dinas PMDS ini dibiarkan hujan panas lebih 2 tahun karena ditahan pihak bengkel lantaran biaya perbaikan tak kunjung ditebus. (foto : aris/rb)

LEBONG UTARA – Di tengah banyaknya usulan pengadaan mobil dinas (mobnas) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengaku masih kekurangan kendaraan operasional dinas, ternyata beberapa OPD jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong justru kelebihan mobnas. Bahkan 2 OPD didapati membengkalaikan 2 unit mobnas hingga waktu lebih 2 tahun karena tidak juga menebus biaya perbaikan di bengkel.

Dua mobil plat merah yang dibiarkan hujan panas itu sama-sama berjenis minibus berkapasitas mesin 2.500 cc. Yakni Isuzu Panther nomor polisi (nopol) BD 20 H milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) dan Isuzu Panther nopol BD 15 H milik Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora). ‘’Jasa mekanik dan pembelian alat yang rusak tidak juga dibayarkan oleh OPD bersangkutan (PMDS, red), makanya mobil kami tahan,’’ kata Redi (30), pemilik bengkel di Desa Talang Ulu, Kecamatan Lebong Utara kepada RB.

Dijelaskannya, biaya perbaikan mobil milik PMDS itu tembus Rp 10 juta. Setelah servis selesai dilakukan, pihak PMDS tidak bisa membayarkan tagihan. Mobil itu diletaknya di tepi jalan karena kondisi bengkel penuh pasien. ‘’Bengkel kami sedang banyak masuk mobil pasien, makanya mobnas itu kami keluarkan dari bengkel,’’ terang Redi.

Begitu juga mobnas milik Disparpora yang dibiarkan hujan panas di bengkel kawasan Desa Daneu, Kecamatan Lebong Atas, pihak bengkel terpaksa menahan karena pembayaran jasa perbaikan masih menunggak. Ironisnya, Disparpora tidak juga melakukan penebusan padahal sisa tunggakan perbaikan tinggal Rp 500 ribu. ‘’Saya tidak tahu ada mobnas milik pariwisata yang ditahan pihak bengkel. Nantilah saya cek ke staf yang mengurus mobil itu seperti apa duduk perkaranya,’’ tukas Kepala Disparpora kabupaten Lebong, Frans L Julai Simanjuntak, SE.

Sementara Kepala Dinas PMDS Kabupaten Lebong, Reko Haryanto, S.Sos, M.Si tidak menampik memang belum menebus perbaikan kendaraan karena tidak ada anggaran. Namun dipastikannya tunggakan biaya servis mobnas itu akan segera ditebusnya melalui anggaran pemeliharaan tahun ini. ‘’Kalau anggarannya sudah ada segera kami tebus dan jemput mobil itu,’’ tutur Reko. (sca)

Berita Lainnya

Latih Merakit Robot Lego, Akademisi Turun ke Sekolah

BENGKULU– Tim dari Universitas Bengkulu dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar Pelatihan Robotik Lego ...

error: Content is protected !!