Sabtu , 23 Maret 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Ketua Umum PWI Pusat Puji Penyelenggaraan HPN di Mukomuko

Ketua Umum PWI Pusat Puji Penyelenggaraan HPN di Mukomuko

PEMBUKAAN: Pembukaan kegiatan HPN tingkat Provinsi Bengkulu ditandai dengan pemukulan dol, Kamis (14/3). (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari memuji pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2019 yang digelar di Kabupaten Mukomuko.  Menurutnya, kegiataan pembuka yang diawali dengan pencatatan rekor dunia, sangat unik. Bahkan mengalahkan kegiatan HPN tingkat nasional yang baru usai di Surabaya, Jawa Timur yang tidak ada sama sekali kegiatan pemecahan rekor.

“Unik peringatan HPN di daerah. Karena pada HPN nasional di Surabaya tidak ada pemecahan rekor. Nah, malah di Mukomuko ada. Tari tradisional sudah bisa dicatatkan pemegang rekor nasional dan dunia,” dalam sambutannya saat Pembukaan Rangkaian Kegiatan HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Madyara, Kamis (14/3).

Apalagi di momen HPN, turut dilaksanakan selain Sosialisasi Undang-Undang Pers. Juga digelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Ditegaskannya, UKW sangat penting bagi profesi wartawan. Agar terhindar dari membuat tulisan tendensius.

Dan di UKW, menekankan kesadaran akan kode etik jurnalistik (KEJ), pengetahuan, dan skil atau keterampilan. Wartawan harus kompeten, dan kompetensi syarat mutlak.

“Sudah dapat berita bagus, ekslusif. Tapi kalau tidak ada kemampuan menulis, jadi salah, sia-sia. Makanya kemampuan menulis sangat penting. Terus harus miliki segi ilmu pengetahuan khusus. Kalau wartawan diserahkan ke orang-orang tidak kompeten, matilah jurnalisme itu,” tegasnya.

Ia salut PWI Kabupaten Mukomuko miliki hubungan yang sangat bagus dengan Pemkab dan pihak swasta. Karena kalau wartawan tidak bisa memotivasi pemerintah, maka pemerintah akan lemah.

“Karena pembangunan untuk rakyat, maka wartawan berpihaknya pertama pada rakyat. Jadi tidak ada untuk dirinya. Jadi berita yang bagus, penting bagi rakyat. Pemerintahnya juga harus bisa kerjasama dengan wartawan,” jelas Atal.

Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH, mengaku banyak pola pikirnya sejak kuliah, dipengaruhi oleh tulisan-tulisan wartawan di surat kabar. Bahkan dirinya sanggup menyisihkan uang jajan kuliah ketika di hari itu tidak mendapatkan pinjaman surat kabar dari rekannya.

“Berguru dengan tulisan, berpengaruh sekali. Termasuk bagaimana goresan-goresan wartawan mewarnai pembangunan di Kabupaten Mukomuko. Saya kuliah di Universitas Brawijaya. Kebiasaan saya, baca surat kabar, pinjam temen. Kalau tidak ada, saya makan sekali sehari karena uang untuk beli koran,” papar bupati.

Peresmian pembukaan rangkaian HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko ditandai dengan pemukulan dol bersama. Gubernur Bengkulu diwakili Asisten I Setdaprov Drs. Hamka Sabri dan Asisten II Setdaprov Hj. Yuliswani, SE.

Kemudian utusan dari Pemkab lainnya di Provinsi Bengkulu, Wakil Bupati Mukomuko Haidir, S.IP, dan FKPD Mukomuko. Serta disaksikan ratusan kepala desa, kepala sekolah, pejabat eselon dan pimpinan sejumlah perusahaan baik perkebunan maupun perbankan di Kabupaten Mukomuko.(hue)

Berita Lainnya

1.134 Anggota Linmas Bakal Dibelikan Baju Baru

MUKOMUKO–Sebanyak 1.134 tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) disediakan pakaian seragam baru, tahun depan. Ini dibenarkan Kepala ...