Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Metropolis / Pelajar SMA Wajib Ikut USBN

Pelajar SMA Wajib Ikut USBN

SERIUS: Pelajar SMAN 6 Kota Bengkulu saat mengikuti USBN hari ke-2, Kamis (14/3). (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) wajib diikuti pelajar tingkat SMA sederajat bila ingin lulus. Mengingat tahun ini kelulusan bukan ditentukan dari nilai Ujian Nasional (Unas), tapi nilai USBN. Selama 2 hari pelaksanaan USBN SMA, belum ada laporan diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk peserta tak hadir.

“Kalau untuk siswa SMK yang lebih dulu melaksanakan USBN mulai 25 Februari-6 Maret ada 2 orang tak hadir. Satu peserta sudah mengikuti ujian susulan karena saat ujian sakit, dan 1 lagi belum ada kabar,” kata Sekretaris Panitia Ujian Nasional (UN) Provinsi Bengkulu Syaiful Amri, M.Pd.

USBN ini wajib diikuti siswa SMA/SMK, terangnya, karena ikut menjadi penentu kelulusan bagi 16.047 pelajar SMA dan 8.086 pelajar SMK di Provinsi Bengkulu yang terdata sebagai peserta ujian tahun ini. Meskipun kelulusan ditentukan oleh masing-masing sekolah, namun sekolah untuk menyatakan lulus atau tidaknya siswa tersebut tetap harus mengacu pada nilai USBN dan nilai-nilai lainnya.

“Karena itu kita tidak membatasi kalau ada siswa yang mau ikut ujian susulan USBN. Kalau memang berhalangan saat hari H silahkan saja lapor ke sekolahnya agar bisa ikut ujian susulan,” jelasnya.

Syaiful menerangkan selama 2 hari pelaksanaan USBN SMA sejak dimulai Rabu (13/3), belum ada laporan masuk ke panitia Dikbud Provinsi Bengkulu peserta yang tak hadir. Namun pihaknya sudah mengingatkan kepada Musyawarah Kerja Kelompok Sekolah (MKKS) untuk merekapitulasi jumlah peserta yang tak ikut USBN, termasuk yang akan ikut ujian susulan karena sakit atau ada halangan lainnya.

“Susulan USBN SMA dijadwalkan 22-29 Maret untuk 14 mapel yang dijadwalkan oleh dikbud, dan 1 mapel kewirausahaan diserahkan ke sekolah masing-masing,” bebernya.

Lanjutnya, ke-15 mapel yang diujikan pada USBN ini meliputi pendidikan agama, matematika, fisika/ekonomi, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, kimia/geografi, bahasa Indonesia, biologi/sosiologi, bahasa Inggris, matematika peminatan/sejarah, seni budaya, sejarah Indonesia, pendidikan olahraga dan kesehatan, sastra Indonesia, sastra Inggris, dan kewirausahaan.

“Untuk USBN masih pakai ujian manual menggunakan kertas dan pensil.Lembar jawabannya diperiksa oleh kelompok guru mapel masing-masing. Alhamdulillah selama 2 hari ini tidak ada kendala,” demikian Syaiful. (key)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!