Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Breaking News / Pembakaran Kapal Trawl Rugikan Nelayan Hingga Rp 300 Juta

Pembakaran Kapal Trawl Rugikan Nelayan Hingga Rp 300 Juta

MELAPOR : Tak terima dengan aksi pembakaran kepal trawl Kamis (14/3), dua orang nelayan melapor ke Polda Bengkulu atas kerugian yang dialaminya. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Dua orang pemilik kapal trawl yakni Rusli Simamora dan Latif Simamora,  Jumat (15/3) siang melapor ke Polda Bengkulu atas pembakaran yang dilakukan nelayan tradisional, Kamis (14/3) di Pantai Malabero. Kedua melapor secara resmi.  Mereka tak terima dengan pembakaran terhadap kapal tersebut. Akibat dari pembakaran 2 kapal trawl, mereka harus mengalami kerugian yang berkisar Rp 300 juta.

“Kerugian untuk satu kapal sekitar Rp 150 juta,” kata perwakilan nelayan trawl, Ali Sukur Simatupang saat mendampingi pelapor ke Polda Bengkulu.

Mereka berharap agar dugaan pengerusakan tersebut dapat diusut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hingga Jumat petang, Latif dan Rusli masih diambil keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ditreskrimum Polda Bengkulu.

Sebelumnya situasi di kawasan Pantai Malabero, Kamis (14/3) pukul 09.45 WIB memanas setelah nelayan tradisional mendapati ada kapal trawl atau pukat harimau yang beroperasi. Konflik antara nelayan tradisional dan trawl ini sebetulnya memang sudah sejak lama terjadi, kini bergolak kembali.

Ini diawali dari berkumpulnya para nelayan tradisional ini. Kemudian, mereka sepakat berangkat dengan menggunakan sekitar 20 unit kapal tradisional, mereka mencari kapal trawl yang sedang menangkap ikan tersebut.  Di tengah laut, mereka mendapati ada sekitar 6 kapal yang sedang mencari ikan. Seketika, mereka langsung mengejar untuk menangkapnya. Dari 6 kapal itu, sebanyak 2 kapal berhasil ditangkap. Sedangkan 4  kapal lainnya kabur. Nelayan juga mengamankan 5 orang nelayan trawl yang saat ini dikabarkan diserahkan ke Polsek Teluk Segara. (zie)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!