Selasa , 16 Juli 2019
Home / Metropolis / Pemimpin Dicintai Rakyat

Pemimpin Dicintai Rakyat

Adi Sucipto

BENGKULU – Siapakah yang paling cocok dicontoh sebagai karakter pemimpin? jawabannya adalah Nabi Muhammad SAW karena tidak ada yang dapat menandingi akhlak mulia Rasulullah saw. Beliau memiliki akhlak dan sifat mulia yang jika kita pelajari, dapat menjadi kunci sukses untuk melewati lika-liku kehidupan.

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (Q.S: Al Ahzab: 21).

Dalam bukunya yang berjudul The 100: The Ranking of The Most Influential in History, Michel H Hart memasukkan Muhammad SAW sebagai tokoh pertama yang  berpengaruh di dunia. Salah satunya karena gaya kepemimpinannya yang memukau. Rasul terkenal adil, visioner, dan bijaksana.

Untuk itu jika kita ingin memiliki pemimpin yang baik untuk negeri ini mari melihat bagaimana bentuk kepribadian Nabi karena kita mencontoh sifat dan karakter, seperti sidik, amanah, fatanah, dan tablig.

Pertama, Sidik. Sidik berarti benar. Benar dalam perkataan maupun perbuatan. Memimpin yang perkataannya sesuai dengan perbuatannya. Kadang-kadang kita terlalu banyak berkata-kata tanpa hasil yang sejalan. Banyak kata yang dilontarkan, bahkan kadang-kadang berbohong hanya untuk mendapat pujian.

Kedua, Amanah. Amanah memiliki arti benar-benar dapat dipercaya. Mengapa Rasulullah dijuluki gelar Al–Amin? Nabi Muhammad berhak mendapatkan gelar mulia itu karena beliau selalu mengerjakan dengan sebaik-baiknya jika ada urusan yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap kata yang diucapkan Nabi Muhammad adalah kejujuran. Belajar dari sifat Nabi tidak semudah teori yang ada. Di zaman sekarang, nilai amanah semakin luntur.

Banyak sekali kasus korupsi di tempat bekerja. Karakter pemimpin saat ini banyak yang dianggap tak layak, tetapi haus akan jabatan membuat orang tak peduli, halal haram hantam. Ketiga, Tablig. Tablig yang berarti menyampaikan. Sebagai umat muslim, kita memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, meskipun pahit. Sering terdengar kata, “Sampaikanlah, meski hanya satu ayat.” Pemimpin harus berani menyampaikan kebenaran untuk kepentingan rakyat.

Keempat: Fatanah. Fatanah berarti cerdas. Nabi Muhammad adalah suri teladan yang luar biasa cerdas. Nabi mampu menerima dan menyampaikan 6.236 ayat Alquran, kemudian menjelaskan dalam puluhan ribu hadis. Cerdas bukan berarti sesuatu yang harus sempurna di bidang akademik saja, melainkan juga berpikir terbuka dan berbeda. Artinya, pemimpin harus aktif dan memandang sesuatu dari segi kebaikan.

Karakter pemimpin yang ideal tidaklah datang begitu saja. Pemimpin tidak hanya memerintahkan, tetapi juga bergerak dan mencontohkan. Mari kita memilih pemimpin yang memiliki empat karakter di atas, corak pemimpin negeri adalah corak bentuk rakyat. Semoga kita mendapatkan pemimpin yang mencintai rakyat dan rakyat mencintainya. Amin (iks)

Berita Lainnya

Seleksi GSMS Dinilai Tak Adil

BENGKULU – Tahun ini, sebanyak 21 sekolah di Kota Bengkulu menerima program Gerakan Seniman Masuk ...

error: Content is protected !!