Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Rumah Warga Terancam Masuk Jurang, Longsor Jalan Negara Desa Suka Negeri 

Rumah Warga Terancam Masuk Jurang, Longsor Jalan Negara Desa Suka Negeri 

TERANCAM: Beginilah kondisi dua rumah warga yang terancam masuk jurang akibat ancaman longsor yang terjadi di Desa Suka Negeri Kecamatan Sindang Kelingi. (foto : wanda/rb)

SINDANG KELINGI – Bagian dapur dua rumah permanen milik Joan (50) dan anaknya Aminah (24) di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi terancam amblas masuk ke jurang. Ini lantaran longsor yang terjadi Kamis (14/3) sekitar pukul 05.10 WIB. Tidak hanya mengancam rumah dua warga tersebut, longsor yang terjadi meruntuhkan pelapis tebing yang ikut amblas ke bawah jurang.

Kepala Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi Rizal yang dikonfirmasi RB mengakui, bahwa kejadian tersebut adalah yang kedua kalinya. Dimana sebelumnya longsor sudah pernah terjadi Desember 2018 lalu. ‘’Kejadian pertama, sekitar lima meter coran pelapis tebing ikut runtuh ke jurang. Untuk kejadian kedua hari ini (kemarin, red) lebih dari sepuluh meter pelapis tebing ikut runtuh akibat longsor yang terjadi,’’ terang Rizal.

Ditambahkan Rizal, bukan hanya mengancam dua bantunan rumah tersebut, badan jalan negara lintas Curup-Lubuk Linggau tersebut juga ikut terancam. ‘’Kita sudah laporkan kondisi ini, karena jarak dapur rumah dua warga kita tersisa satu meter dari titil longsor dan jalan juga ikut terancam amblas ke jurang,’’ imbuh Rizal.

Ditambakan Rizal, pelapis tebing yang panjangnya mencapai 70 meter tersebut dibangun 2017 lalu. Namun baru berumur lebih kurang satu tahun sudah runtuh akibat longsor. ‘’Ini dampak dari cuaca hujan yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Harapan kita, Pemkab Rejang Lebong dan Pemprov Bengkulu segera melakukan langkah antisipasi, sehingga bencana tidak berlanjut,’’ tambah Rizal.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Basuki, S.Sos mengatakan bahwa pelapis tebing tersebut merupakan kewenangan dari Pemprov Bengkulu. Meskipun demikian, BPBD Rejang Lebong telah turun mengecek ke lokasi bahkan pihaknya juga telah melakukan pemasangan papan peringatan di lokasi tersebut. ‘’Menindaklanjuti hal tersebut, kita segera melakukan koordinasi ke PUPR Provinsi Bengkulu dan juga BPBD Provinsi Bengkulu agar secepatnya ada solusinya,’’ singkat Basuki.(dtk)

Berita Lainnya

Pemilik dan Pekerja Tambang Ilegal Ditahan

CURUP – Penyidik Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) akhirnya menuntaskan penyidikan kasus dugaan tambang tradisional ...

error: Content is protected !!