Rabu , 27 Maret 2019
Home / Berita utama / Sultan: Pers, Sahabat dekat yang Berjarak

Sultan: Pers, Sahabat dekat yang Berjarak

AKRAB : Sultan dan Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH terlihat akrab di acara Tari Gandai Massal yang berhasil catat rekor dunia. (foto : ist/rb)

BENGKULU – Peringatan Hari  Pers Nasional tahun ini menyisakan beberapa pekerjaan rumah antara lain tentang kebebasan pers yang berdaulat dan menyoal independensi industri media dalam tahun politik.  Pers adalah sahabat dekat yang tetap harus berjarak karena sekat profesi.

“Pertama saya ingin mengucapkan selamat atas penyelenggaran peringatan hari pers nasional (HPN) bagi seluruh insan pers nasional. Pers adalah sahabat dekat bagi saya yang mesti berjarak karena ada etika profesionalisme yang memaksa untuk itu , ” terang Sultan B Najamudin,  tokoh pemuda Bengkulu,  Kamis (14/3) di sela-sela  peringatan Hari Pers Nasional di Mukomuko.

Sultan menambahkan perkembangan pers nasional dan lokal khusus nya semakin memberikan warna dalam mencerdaskan masyarakat Bengkulu dalam menyikapi isu sosial dan ekonomi. “Berita sudah semakin mudah diakses oleh semua kalangan dan karena perannya yang semakin dibutuhkan tak

jarang tarikan kepentingan mengancam eksistensi industri pers itu sendiri, ” ucap mantan wakil gubernur yang kini maju sebagai kandidat calon anggota DPD RI dapil Bengkulu. selanjutnya tambah Sultan,berbagai masalah masih menghantui  perkembangan industri pers nasional dan lokal antara lain tentang pers yang berdaulat dan independensi pers ditahun politik. “Dari dulu saya sangat terbuka dengan rekan-rekan jurnalis  yang bertugas  dilapangan karena mereka punya andil besar khususnya dalam perkembangan politik Bengkulu, ” terang politisi yang dikenal dekat  dengan kalangan wartawan ini.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari  sangat bangga dan memuji pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2019, yang digelar dan PWI Kabupaten Mukomuko sebagai tuan rumah. Disampaikannya, kegiatan pembuka yang diawali dengan pencatatan rekor dunia, sangat unik. Bahkan mengalahkan kegiatan HPN tingkat nasional yang baru usai di Surabaya, Jawa Timur, yang tidak ada kegiatan rekor MURI.  “Sangat luar biasa peringatan HPN di Kabupaten Mukomuko,”ujarnya ketika menyampaikan  sambutan pada acara Pembukaan Rangkaian Kegiatan HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Madyara.

Selain itu, juga digelar Sosialisasi Undang-Undang Pers serta Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Atal menegaskan, UKW sangat penting bagi profesi wartawan. Dalam materi UKW  diantaranya menekankan kesadaran akan kode etik jurnalistik (KEJ), pengetahuan dan skil atau keterampilan Wartawan harus kompeten.

Atal sangat salut kepada PWI Kabupaten Mukomuko mempunyai hubungan yang sangat bagus dengan Pemkab dan pihak swasta. Karena kalau wartawan tidak bisa memotivasi pemerintah, maka pemerintah akan lemah.  “Wartawan berpihaknya pertama, kepada rakyat. Jadi tidak ada untuk dirinya. Jadi, berita yang bagus, penting bagi rakyat. Pemerintahnyajuga harus bisa kerjasama dengan wartawan,” bebernya.

Bupati Mukomuko  Choirul Huda mengatakan, pola pikirnya sejak kuliah, dipengaruhi oleh tulisan-tulisan wartawan di surat kabar. Bahkan dirinya sanggup menyisihkan uang jajan kuliah, untuk membeli koran

untuk dibaca.”Saya kuliah di Universitas Brawijaya. Kebiasaan saya baca surat kabar.Sungguh penting peran wartawan mewarnai masyarakat,”ungkapnya.

Pembukaan seluruh rangkaian HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko ditandai dengan pemukulan dol bersama-sama. (rls/tim)

Berita Lainnya

Diduga Bawa Minyak Mentah Ilegal, Sopir Grand Max Terjepit Saat Hantam Truk Parkir

ARGA MAKMUR –  Andri (23) dan Leo (27) warga Lubuk Linggau Sumsel, Selasa (26/3) dini hari ...

error: Content is protected !!