Selasa , 16 Juli 2019
Home / Metropolis / Tawarkan KSP dan BGS

Tawarkan KSP dan BGS

TAWAR: Gedung Mess Pemda gagal lelang, saat ini akan dilakukan lelang ulang. (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya agar Mess Pemda yang berada di kawasan pantai Tapak Paderi bisa dimanfaatkan. Meskipun lelang pertama gagal, namun Pemprov memiliki rencana lain agar pihak investor tertarik untuk mengelola Mess Pemda.

Asisten 2 Setdaprov Yuliswani mengatakan gubernur sudah menginstruksikan bagi tim pemanfaatan melakukan tender ulang untuk pengelolaan Mess Pemda. Saat ini tim masih mencari formula yang tepat, dan sama-sama menguntungkan baik bagi Pemprov maupun pihak investor.

Bila sebelumnya lelang hanya menawarkan bentuk kerjasama, yaitu dengan sistem Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Untuk lelang ulang nanti, pemprov berencana menawarkan 2 bentuk kerjasama, dengan sistem KSP dan Bangun Guna Serah (BGS) kepada pihak investor.

“Kalau yang kemarin hanya ditawarkan bentuk KSP, pihak investor mengelola bangunan yang sudah tapi untuk lelang selanjutnya kita juga rencananya akan menawarkan bentuk kerjasama sistem BGS,” kata Yuliswani.

Kerja sama bentuk sistem BGS ini merupakan pemanfaatan aset milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan atau sarana berikut fasilitasnya kemudian didayagunakan oleh pihak investor dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

“Bisa jadi pihak investornya nanti sama, baik untuk kerjasama dengan bentuk KSP maupun BGS, asal ikut menawar saja. Satu investor mengelola kedua-duanya, atau bisa jadi beda investor yang mengelola bangunan dan lahan,” sambung Yuliswani.

Saat ditanya kapan lelang ulang dimulai? Yuliswani menjawab akan dilaksanakan secepatnya. Pihaknya juga berharap Mess Pemda ini bisa dapat segera dimanfaatkan dan memberikan kontribusi bagi pemprov. “Kita juga maunya Mess Pemda ini bisa segera dikelola, tapi semuanya butuh proses karena untuk pengelolaan ini tidak bisa dilakukan penunjukan langsung harus melalui tender,” pungkasnya.

Sebagaimana diektahui lelang Mess Pemda kemarin gagal karena tidak ada pihak investor memasukan penawaran. Tahapannya sendiri sudah dimulai sejak 25 November 2018 lalu, mulai dari tahapan pengumuman. Kemudian setelah pendaftaran dibuka, ada 6 perusahaan yang mendaftar dan 2 diantaranya PT. Wijaya Karya, PT. Nindya Karya mendaftar secara online. Sedangkan 4 perusahaan, yakni PT. Sudevam, PT. Eternity, PT. Hong Ming Industry Indonesia, dan PT. Sinar Rafflesia Jaya mendaftar secara offline atau manual.

Hingga hingga batas waktu penyerahan berkas dokumen penawaran, Selasa (5/3), tidak ada satupun perusahaan memasukan berkas dokumen penawaran kepada panitia pemilihan mitra KSP Mess Pemda di Mess Pemda. (key)

Berita Lainnya

Seleksi GSMS Dinilai Tak Adil

BENGKULU – Tahun ini, sebanyak 21 sekolah di Kota Bengkulu menerima program Gerakan Seniman Masuk ...

error: Content is protected !!