Minggu , 24 Maret 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Bagikan KIS untuk Kampanye, Oknum Caleg Bisa Bebas

Bagikan KIS untuk Kampanye, Oknum Caleg Bisa Bebas

BEBAS: Oknum Caleg yang juga istri pejabat Eselon II Pemkab BU, akhirnya bebas dari tindak pidana Pemilu terkait pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat kampanye. (foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Central Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Kejari dan Polres Bengkulu Utara (BU), kemarin (15/3) memutuskan menghentikan penyelidikan dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang dilakukan oknum Caleg DPRD BU yang juga istri pejabat Eselon II BU. Ini terkait pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan mengikutsertakan pejabat Dinas Kesehatan dalam kampanye tertutup yang dilakukannya.

Gakkumdu menuturkan, jika pembagian KIS dalam kampanye pola pertemuan terbatas dan mengikutsertakan pejabat Pemkab tersebut, bukan hal yang melanggar UU 7/2017 tentang Pemilu. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres BU, AKP. Jufri, S.IK didampingi personel dari Bawaslu dan Gakkumdu.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi, oknum Caleg dan pejabat yang ikut dalam pertemuan tersebut. Hasilnya, kita nilai tidak memenuhi unsur pidana Pemilu dan tidak bisa kita lanjutkan ke penyidikan,” terangnya.

Versi Gakkumdu, kasus ini dihentikan lantaran adanya perbedaan keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa. Terutama saksi masyarakat yang ikut hadir dalam pertemuan terbatas dengan RR, oknum Caleg DPRD BU tersebut.

“Keterangan saksi berbeda-beda, sehingga kita nyatakan untuk tidak memenuhi unsur. Ini juga dikuatkan dengan keterangan ahli,” ungkap Jufri.

 

BEM Datangi Gakkumdu

Sementara itu, sebelum Gakkumdu memutuskan penghentian kasus. Tokoh masyarakat, Syarius Sarkawi dan Presiden BEM Universitas Ratu Samban (Unras), Yoki mendatangi kantor Bawaslu yang juga Sekretariat Gakkumdu.

Ia menilai, Gakkumdu tidak ada alasan menghentikan kasus itu lantaran memang sudah terbukti secara terang. Selain itu warga juga sudah mengakui menerima KIS dari oknum Caleg yang diikuti dengan permintaan agar dipilih dalam Pemilu nanti.

“Kami hanya datang beberapa orang. Karena kami beretika dan tidak ingin membawa massa. Namun kami minta Gakkumdu tegas benar-benar mengambil tindakan yang tidak mencederai Pemilu,” tegas Syarius. (qia)

Berita Lainnya

Sempat Ancam Mundur, Lurah Dicopot Lebih Dulu

ARGA MAKMUR – Mutasi yang dilakukan Pemkab Bengkulu Utara (BU) sepertiya masih panjang. Bahkan, kemarin ...