Minggu , 26 Mei 2019
Home / Borgol / Bayar Angsuran, PNS RL Rugi Rp 3,3 Juta

Bayar Angsuran, PNS RL Rugi Rp 3,3 Juta

MELAPOR: Korban usai melapor ke Polda Bengkulu karena ditipu oleh orang yang mengaku sebagai karyawan Adira. (foto: eki/rb)

BENGKULU – Murni (43), warga Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong (RL) menjadi korban penipuan pelaku yang mengaku-ngaku sebagai karyawan Adira. Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang Rp 3,3 juta yang  terlanjur ditransfernya ke rekening pelaku atas nama Yuda. Jumat (15/3) korban melaporkan kejadian itu ke Polda Bengkulu.

Diceritakan korban bahwa ia kredit 1 unit mobil jenis minibus BD 1926 AC melalui Adira di Curup yang angsurannya sudah berjalan 9 bulan. Kebetulan angsuran ke 10 menunggak atau terlambat dibayarkan oleh korban. Empat hari yang lalu korban mendapat telpon dari nomor yang tidak dikenal. Orang yang menghubungi korban itu mengaku dari Adira bernama Yuda.

Pelaku mempertanyakan angsuran mobil korban kapan akan dibayar. Korban menjawab bahwa uangnya masih kurang. Lalu pelaku menyuruh korban mentransfer berapa pun uang yang korban miliki ke rekening yang diberikan oleh pelaku dengan alasan agar korban tidak terkena denda.

Tanpa menaruh curiga sedikit pun, korban langsung menuju ATM dan mentransfer uang sejumlah Rp 3,3 juta ke rekening yang dikirimkan oleh pelaku. Rabu (13/3) rumah korban didatangi oleh karyawan Adira yang mempertanyakan angsuran mobil. Kemudian korban menceritakan kalau dirinya sudah mentransfer uang Rp 3,3 juta ke rekening karyawan atas nama Yuda.

Ternyata tidak ada karyawan bernama Yuda di Adira. “Karena keterlambatan angsuran, saya disuruh transfer uang yang ada ke rekening pelaku. Saat itu dia (pelaku) mengaku sebagai karyawan kasir di Adira. Katanya bayarkan dulu berapa uang yang ada agar tidak terkena denda. Tapi ternyata saya ditipu,” cerita korban.

Saat melapor ke Polda Bengkulu, korban juga memberikan nomor handphone yang digunakan pelaku saat menghubungi korban berikut bukti transfer uang ke rekening pelaku. “Sampai sekarang nomornya masih aktif, tapi berulang kali saya telpon tidak diangkat lagi,” kata korban yang merupakan PNS di Pemkab Rejang Lebong ini.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP. Sudarno membenarkan telah menerima laporan korban. “Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti,” demikian Sudarno.(tew)

Berita Lainnya

Tersangka Curanmor Bunuh Ketua Waria

BENGKULU – Timsus Opsnal Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu berhasil menangkap seorang tersangka (tsk) pencurian ...

error: Content is protected !!