Kamis , 27 Juni 2019
Home / Borgol / Ngaku Bergurau, Sekdis Ancam Lapor Balik

Ngaku Bergurau, Sekdis Ancam Lapor Balik

 

Sudarno

BENTENG – Sekretaris Dinas Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) Benteng, Fi yang dilaporkan bawahannya seorang ASN berinisial MI (32) ke Polda Bengkulu atas tuduhan pelecehan, kemarin (15/3) angkat bicara. Kepada RB, ia mengaku tindakan yang dilakukannya terhadap Mi itu hanya gurauan semata dan bukanlah perbuatan yang serius.

Apalagi hal itu juga disaksikan oleh staf yang lain. Fi pun merasa kaget mengapa hal tersebut sampai dilaporkan ke pihak berwajib. “Saya hadapi dulu, terbukti atau tidak hukum yang mengatakan,” jelas Fi.

Namun karena kasus ini sudah terlanjut menyebar, Fi mengaku ia dan keluarganya sudah merasa terfitnah. Ia pun mengancam, apabila nanti dirinya tidak terbukti bersalah dalam dugaan pelecehan ini, maka ia pun akan melaporkan balik bawahannya tersebut ke pihak berwajib. Dituturkannya, kasus itu sendiri berawal saat MI datang ke kantor menggunakan pakaian yang ada corak kakbahnya.

Dimana Fi menilai kalau corak tersebut bisa juga diartikan lambang salah satu partai politik. Menurutnya, pakaian itu tidak seharusnya digunakan ke kantor. Meskipun MI mengkalim pakaian yang digunakannya adalah pakaian umrah, Fi mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Sementara itu, Plt. Sekda Benteng, Edy Hermansyah PhD mengaku sudah memanggil kedua Fi dan MI. Ia berharap agar kasus ini segera diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan ia sangat menyayangkan hal ini sampai terjadi bahkan sampai terekspose keluar. “Sudah dikonfirmasi dan siap diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

 

Belum Tentu Pidana

Terpisah kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP. Sudarno, MH mengatakan saat ini belum bisa disimpulkan apakah perbuatan Fi merupakan tindak pidana atau bukan.

“Belum tentu itu pelecahan seksual. Kita lakukan pemeriksaan dulu terkait laporan itu. Kita belum tahu apakah ada unsur pidananya apa tidak. Yang jelas kalau ada orang melapor kita periksa dan akan kita dalami dulu seperti apa laporannya, saksi-saksnya ada atau tidak, bukti-buktinya seperti apa. Nanti baru ditentukan,” kata Sudarno.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes. Pol. Pasma Royce melalui Kasubdit Renakta (remaja, anak dan wanita) Kompol. Hutapea kemarin belum menerima laporan dari Meli. “Laporannya belum ada di meja saya. Mungkin masih di meja pak direktur, disposisinya belum turun ke meja saya,” ujar Hutapea.

Bila laporannya sudah diterima, kata Hutapea pihaknya akan memanggil saksi-saksi terlebih dahulu. “Tunggu saya terima laporannya dulu. Nanti kita panggil saksi-saksi kalau memang misalnya waktu kejadian itu ada saksi-saksi yang melihat. Kalau LP nya sudah turun dari direktur, saya lihat dan pelajari. Kita lihat dulu bentuk laporannya itu. Kan kita belum tahu nih apakah terlapor melakukan gerakan badan, gestur, kata-kata, mimik atau fisik terhadap korban,” kata Hutapea.

Seperti yang dilansir RB sebelumnya, kasus ini berawal saar MI ke kantor mengenakan jilbab panjang dengan motif beberapa gambar kakbah. Lalu datang Fi mengatakan bahwa gambar di kerudung itu lambang salah satu partai politik. Dibantah MI, menjelaskan bahwa itu adalah gambar kakbah.

Entah kenapa, Fi yang terkesan tak senang dengan penampilan MI, menunjuk ke arah kemaluan MI sambil berkata. “Ini nah kakbah kamu”. Mendengar itu, korban merasa malu dan langsung pulang melapor kepada suaminya. Kasus itupun akhirnya dilaporkan ke Polda Bengkulu.(vla/tew)

Berita Lainnya

Mantan Kades Tersangka Korupsi DD

SELUMA – Setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan panjang dan dilanjutkan gelar perkara di Polda Bengkulu, akhirya ...

error: Content is protected !!