Selasa , 26 Maret 2019
Home / Borgol / Ngaku Polisi, Rampas Motor di Jalan

Ngaku Polisi, Rampas Motor di Jalan

TKP: Di Jalan Merapi Kelurahan Kebun Tebeng inilah motor warga Kabupaten Benteng dirampas oleh pelaku yang mengendarai mobil. (foto: eki/rb)

BENGKULU – Aksi perampasan motor terjadi di Jalan Dempo Raya Kelurahan Kebun Tebeng, Kamis malam (14/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih berjumlah 2 orang merampas motor milik M.Safe’i (21), warga Desa Kertapati Kecamatan Kertapati Kabupaten Bengkulu Tengah.

Modusnya pelaku mengaku sebagai anggota Polda Bengkulu dan meminta korban menunjukkan surat-surat kendaraan. Saat korban menunjukkan surat-surat kendaraannya, salah satu pelaku langsung merampas kunci kontak motor korban dengan ancaman akan menembak korban apabila korban melawan. Pelaku juga menyuruh korban untuk datang ke Polda Bengkulu.

Kronologis kejadian, korban yang kerja di kafe Inul dan baru ngekos di Kelurahan Kampung Bali malam itu hendak pulang dari kerja dengan mengendarai motor jenis bebek dengan nomor polisi BD 3813 YF. Saat melintas di Jalan Dempo Raya Kelurahan Kebun Tebeng korban merasa diikuti oleh mobil Avanza warna putih.

Kemudian mobil itu memepet motor korban di depan cucian mobil, tidak jauh dari gereja. Salah satu pelaku turun dan langsung menanyakan surat-surat kendaraan korban. Kemudian korban langsung membuka dompetnya dan memberikan STNK. Pelaku langsung merampas kunci kontak motor korban sambil mengancam akan menembak korban.

Ketakutan, korban lantas memberikan sepeda motornya. Saat motor diserahkan, pelaku sempat mengatakan akan menunggu korban di Polda Bengkulu. Kemudian pelaku langsung tancap gas beriringan dengan pelaku yang berada di dalam mobil. Mereka meninggalkan korban sendirian di tengah jalan.

Saat korban datang ke Polda Bengkulu dan menceritakan apa yang ia alami, ternyata tidak ada satu pun anggota Polda bengkulu yang membawa motor korban. Baru sadar kalau korban telah ditipu oleh polisi gadungan, akhirnya korban langsung melapor di Polda Bengkulu dengan bukti laporan LP-B/244/III/2019/SPKT. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 12 juta.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP. Sudarno membenarkan telah menerima laporan dari korban. Ia mengatakan bahwa orang yang merampas motor korban di jalanan itu bukan anggota Polda Bengkulu melainkan pelaku perampasan. “Laporan korban sedang kita tindak lanjuti. Untuk pelakunya itu bukan anggota polri, sekarang sedang dalam penyelidikan,” kata Sudarno.(tew)

Berita Lainnya

Operasi Pekat, 12 Wanita Malam Terjaring

BENGKULU – Untuk menjaga kondusifitas wilayah, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu menggelar operasi penyakit masyarakat ...

error: Content is protected !!