Selasa , 26 Maret 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Rekrut 25 Tenaga IT

Rekrut 25 Tenaga IT

SITUNG: Pemaparan kepada staf KPU Mukomuko terkait mekanisme menjalankan aplikasi Situng. (foto: peri/rb)

MUKOMUKO –Dalam waktu dekat KPU Mukomuko akan merekrut 25 tenaga teknologi informasi, lebih dikenal tenaga IT (information technology). Mereka bertugas khusus untuk melakukan scan dan memasukkan data dari form C1 hasil penghitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Kita akan pekerjakan 25 orang tenaga IT. Dalam waktu dekat, direkrut lebih dulu,” ujar Ketua KPU Mukomuko, Irsyad.

Ini dalam rangka menjalankan aplikasi sistem informasi penghitungan suara (Situng). Perekrutan ini, lantaran KPU menargetkan, bisa meraih predikat nomor 1 tingkat nasional. Dalam hal kecepatan mengupload, memasukkan data dan mempublikasikan dokumen C1 ke masyarakat melalui aplikasi Situng.

Pihaknya akan berupaya, bagaimana setidaknya saat tengah malam. Seluruh dkumen C1 tersebut sudah terpublikasi di Situng. “Tengah malam sudah bisa. Target kami, nomor 1 tingkat nasional dalam kecepatan mempublikasikan C1 ini,” yakin Irsyad.

Selain dengan merekrut tenaga IT. KPU Mukomuko berupaya memperbanyak mesin scanner dokumen. Sekarang ini, KPU baru memiliki alat khusus tersebut sebanyak enam unit. Diharapkan, setiap satu kecamatan, ada satu unit mesin tersebut. Terutama untuk kecamatan yang jauh.

Tidak hanya itu, KPU akan menurunkan tim khusus. Mereka langsung turun ke TPS. Jadi tidak lagi hanya menunggu di Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Pihaknya optimis mampu, karena lembar C1 sekarang ini dan perangkat serta aplikasi Situng. Sudah menerapkan teknologi membaca barcode yang terdapat di lembar C1. Sehingga ketika usai discan dan diupload, sistem akan mengatur sendiri agar dokumen yang diupload langsung tersusun rapi. Sesuai dengan daerah pemilihan (Dapil) dan TPS lembar C1 tersebut.

“Kalau sebelum ini kita harus lebih eksra. Setelah diupload, ternyata C1 yang diuploas salah lokasi Dapilnya. Maka kita harus mengulang lagi dari awal. Nah yang sekarang, sistem otomatis baca barcode. Jadi tidak perlu kita ragu,” jelas Irsyad.

Diklaim Irsyad, KPU pada Pemilu 2019 menjamin keterbukaan informasi publik. Melalui aplikasi Situng, kelebihannya, masyarakat langsung bisa melihat progress penambahan suara. Meski begitu, Irsyad menyatakan, Situng bukan produk hukum. Hanya instrument, alat untuk publik tahu proses yang dilaksanakan dari tingkat TPS hingga naik ke KPU Kabupaten.

“Kita akan sediakan layar di Sekretariat KPU, menampilkan aplikasi Situng itu. Jadi bisa dilihat langsung masyarakat. Kemudian, bisa juga diakses di komputer ataupun smartphone,” demikian Irsyad.(hue)

Berita Lainnya

Aktivitas Karaoke dan Panti Pijat Dibatasi

MUKOMUKO – Mediasi antara pengusaha pemlik usaha karaoke dan panti pijat, berhasil digelar. Dimediasi oleh ...

error: Content is protected !!