Rabu , 27 Maret 2019
Home / Metropolis / Terima SPT, Honorer Bingung Soal Gaji

Terima SPT, Honorer Bingung Soal Gaji

BAGIKAN: Secara simbolis Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Marjon didampingi Kepala BKPP Kota Drs. Bujang HR, MM membagikan SPT kepada sejumlah honorer dari perwakilan beberapa OPD Pemkot. (foto: humas/rb)

BENGKULU – Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu sudah membagikan sejumlah Surat Perintah Tugas (SPT) kepada sebagian dari 1.500 tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer, namun para honorer tersebut diliputi rasa bingung.

Meski sudah mendapatkan SPT, namun sejumlah honorer yang sempat pernah menjadi tenaga sukarela bingung soal mereka belum mendapatkan kejelasan soal pembayaran gaji mereka. “Kita masih bingung apakah pembayaran gaji kita ini sistem rapel atau apa. Karena kami bekerja memang dari Januari itu statusnya tenaga sukarela. Sebab kami baru dapat SPT baru bulan ini (maret),” tanya salah satu honorer di Pemkot.

Terkait hal itu, Kepala BKPP Kota Bengkulu, Drs. Bujang, HR, MM mengatakan, bahwa pembayaran gaji tersebut ada di masing-masing OPD. Menurutnya, jika honorer bekerja dari Maret maka baru dibayarkan Maret. “Sedangkan seperti tenaga sopir atau cleaning servis kantor yang bekerja mulai dari Januari. Ya mereka akan dibayar gajinya dari Januari. Tapi itu semua nanti akan dilihat dari Kepala OPD masing-masing,” singkat Bujang.

Sementara itu Sekda Kota Bengkulu, Marjon, M.Pd menyampaikan agar seluruh honorer dapat meningkatkan kinerja dan terus mengasah kemampuan individu agar lebih mampu menghadapi persaingan. “Sebagai bagian dari pemerintah kota, PTT bekerjalah dengan maksimal, tetap layani masyarakat dengan senyum, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dan berlomba-lomba dalam kebaikan dan tingkatkan prestasi dalam bekerja,” jelasnya.

Terpisah Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi mempertanyakan, jika pembayaran gaji honorer yang mulai bekerja terhitung Januari tersebut tidak dibayarkan oleh Pemkot. Meskipun para honorer tersebut baru mendapatkan SPT terhitung Maret ini.

“Karena gaji honorer itu sudah dianggarkan dalam APBD. Kalau ada yang bekerja dari bulan Januari lalu, kemudian gajinya belum dibayarkan itu ada apa? Patut kita pertanyakan pemerintah kota. Sebab jangan sampai menzolimin orang yang sudah bekerja, tapi tidak dibayarkan hak mereka,” bebernya.

Lanjut Hamsi, pihaknya siap menampung laporan dari honorer yang merasa dirugikan terkait persoalan terhambatnya pembayaran gaji tersebut. “Yang jelas kita dari awal selalu mengawal masalah ini. Dan honorer yang merasa dirugikan jangan sungkan untuk melapor. Agar bisa dicari jalan keluar yang terbaik,” tukasnya.(new)

Berita Lainnya

Tangkal Bibit Radikalisme dan Anti Pancasila Sejak Dini

BENGKULU–  Menangkap faham radikalisme dan anti pancasila harus dilakukan sejak dini. Hal tersebut dapat dilakukan melalui lembaga ...

error: Content is protected !!