Minggu , 26 Mei 2019
Home / Metropolis / Tidak Perlu Takut Harga Anjlok

Tidak Perlu Takut Harga Anjlok

LUAS: Kasi Produksi Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Bengkulu, M.Rahman S.P menunjukkan lokasi sawah yang digunakan sebagai tempat penanaman bibit padi. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Harga beras beberapa hari terakhir semakin turun. Salah satu pemicunya adalah, saat ini sedang memasuki musim panen raya padi. Jumlah stok beras yang melimpah ternyata tidak seimbang dengan jumlah permintaan yang malah biasa-biasa saja. Hal inilah memicu turunnya harga beras.

Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ir.Arif Gunadi M.Si melalui Kasi Produksi M.Rahman S.P meminta petani tidak perlu panik dengan turunnya harga beras itu. Sebab pihaknya bersama Bulog dan Toko Tani Indonesia (TTI) selalu berusaha menjaga kestabilan harga.

Nantinya Bulog bersedia menampung gabah dari petani ketika panen raya. Tak hanya itu, TTI yang berada di daerah sentral sawah seperti salah satunya di Kecamatan Singaran Pati, akan memberikan program untuk kelompok tani yakni berupa pemberian modal dan alat. Tujuannya, untuk membina anggota kelompok agar menjual gabah ke pengurus TTI dengan harga tergantung kadar air dari gabahnya.

Biasanya gabah basah baru panen dibeli dengan harga Rp 4.300 per kg dan apabila gabah tersebut semakin kering maka harga jual semakin mahal. “Jadi para petani tidak usah takut adanya harga yang anjlok karena ada penampungan yang siap untuk menstabilkan harga baik pemerintah maupun kelompok TTI,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah kelompok tani (poktan) yang ada di Kota Bengkulu berkisar 30 poktan, dimana masing-masing poktan memiliki 15 sampai 20 anggota. Untuk tahun ini ada bantuan lagi kepada petani. Bantuan itu akan diberikan kembali setelah panen raya. Bantuan tersebut berupa benih padi. Untuk mesin, pihaknya sudah mengajukan power trasher yang dialokasikan sekitar 10 unit.

Tak hanya itu, bantuan stimulant juga diberikan kepada para petani agar dapat memanfaatkan lahannya dengan baik. “Yang ada jangan sampai dialihfungsikan, itu bertujuan agar kerawanan pangan dapat ditekan atau dihindari,” pungkasnya.

Sementara itu, Kota Bengkulu sendiri terdiri dari 9 kecamatan. Diantara itu, terdapat 7 kecamatan yang masih memiliki potensi sawah. Potensi dengan luas sawah yang berkisar kurang lebih 1423 Ha. Sedangkan untuk 2 kecamatan yakni Ratu Samban dan Teluk Segara tidak ada lahan potensi sawah karena sudah padat penduduk. (cw1)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!