Selasa , 26 Maret 2019
Home / Metropolis / Bayar Gaji Honorer Sesuai Kontrak SPT

Bayar Gaji Honorer Sesuai Kontrak SPT

BENGKULU – Gaji sebagian Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tahun 2019 ini, hanya dibayar mulai per Maret ini hingga Desember nanti. Sesuai dengan saat mereka menerima Surat Perintah Tugas (SPT) belum lama ini. Padahal, diantara mereka ada yang mulai bekerja dari Januari lalu.

Hal itupun menjadi bola panas. Dari penelurusan RB, SPT yang dibagikan honorer ada yang tercantum kontrak kerja terhitung Januari sampai 31 Desember. Hal inilah yang menjadi polemik sejumlah tenaga honorer. Sebab sebelumnya tenaga honorer sukarela yang mulai bekerja sejak Januari lalu, dijanjikan gaji yang dibayarkan rapel tiga bulan (Januari-Maret).

Namun sayangnya, kendati sudah bekerja dari Januari-Maret, honor mereka hanya dibayar untuk Maret saja. Padahal mereka sangat berharap dibayarkan selama tiga bulan dengan rincian gaji per bulan Rp 1,5 juta dikalikan tiga bulan mendapatkan sebesar Rp 4,5 juta.

“Kami dapat kabar katanya kami mau dibayarkan gaji hanya sebulan saja. Saat kami tanya dengan BKD, katanya hanya segitu yang akan dibayar. Sementara dalam SPT juga dituliskan kontrak Januari-Desember setahun kontraknya,” tutur salah satu honorer yang mewanti-wanti namanya dirahasiakan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman mengatakan, jika pembayaran gaji dengan alasan sesuai dengan pembagian SPT yang baru dilaksanakan tersebut janggal. Lantaran pembayaran gaji juga dilihat berdasarkan dari mereka mulai bekerja dan kontrak kerja SPT para honorer bersangkutan.

“Jadi kalau kontrak SPT nya terhitung mulai Januari tertuliskan itu, ya pemkot harus membayar gaji dari mulai bulan Januari. Jangan sampai mereka (honorer) itu dizolimin, kasian mereka juga butuh biaya hidup. Karena bagaimanapun mereka yang bekerja dari Januari, haknya harus dibayarkan,” jelasnya.

Bahwa masalah pembayaran gaji tersebut, diungkapkan Sudisman patut dipertanyakan DPRD kota. Sebab mengingat anggaran pembayaran gaji pegawai honorer sudah jelas dalam APBD kota. “Yang jelas kita akan pertanyakan realisasi masing-masing OPD terkait pembayaran gaji honorer itu. Nanti akan kelihatan kemana pengeluaran soal gaji itu. Ketika ada yang janggal, dan ada dugaan melakukan korupsi maka hal ini tidak bisa dibiarkan. Sebab anggaran pembayaran gaji honorer sudah jelas dalam APBD,” ungkap Anggota Banggar DPRD kota ini.

Selain itu lanjut Sudisman, pihaknya bersama Komisi lainnya akan menjadwalkan pemanggilan pihak Pemkot masalah gaji honorer tersebut. “Kita tidak mau masalah ini dibiarkan berlarut-larut. Apalagi ini menyangkut hak orang, jadi wajar jika kita dewan ikut menuntaskan masalah ini. Yang jelas kita lintas komisi akan pihak terkait,” tutupnya.

Senada disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Kota, Hamsi menututurkan, sebaiknya kalangan honorer yang merasa dirugikan untuk membuat laporan tertulis dengan menyampaikan ke DPRD kota. “Karena masalah ini akan terus kita awasi bersama. Sebab jangan sampai terus menjadi polemik kepanjangan,” katanya.

Sebelumnya Kepala BKPP Kota Drs. Bujang, HR, MM mengatakan, bahwa pembayaran gaji tersebut ada di masing-masing OPD. Menurutnya, jika honorer bekerja dari bulan Maret maka baru dibayarkan. “Sedangkan seperti tenaga sopir atau cleaning servis kantor yang bekerja mulai dari Januari. Ya mereka akan dibayar gajinya dari bulan Januari. Tapi itu semua nanti akan dilihat dari Kepala OPD masing-masing,” singkat Bujang.(new)

 

 

Berita Lainnya

Mutasi Perdana Hemi-Dedy, 35 Pejabat Eselon Digeser

BENGKULU – Sebanyak 35 pejabat eselon II, eselon III dan eselon IV di lingkungan Pemerintah ...

error: Content is protected !!