Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Daerah / Lebong / Camat Wajib Evaluasi RAPBDes

Camat Wajib Evaluasi RAPBDes

PELABAI – Peta pembangunan 93 desa di Kabupaten Lebong tahun ini diharap sejalan dengan peta pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Kalaupun tidak sejalan dengan program pembangunan kabupaten tahun ini, paling tidak peta pembangunan desa sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

‘’Desa harus menyesuaikan kebijakan pembangunan dengan 16 program unggulan yang dicanangkan Pemkab Lebong,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong, Ir. Eddy Ramlan, M.Si didampingi Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Partono, SE.

Agar peta pembangunan desa terarah, peran camat selaku supervisi dalam mengevaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) yang disusun pemerintah desa (pemdes) harus dipertajam. Melalui pengawasan yang maksimal oleh camat diharapkan penggunaan RAPBDes benar-benar sejalan dengan program kabupaten.

‘’Jadi ketika arah pembangunan desa yang tergambar dalam RAPBDes tidak sejalan dengan kebijakan pembangunan yang dicanangkan kabupaten, camat wajib mengevaluasinya. Artinya seorang camat harus peka terhadap kebijakan pembangunan yang disusun pemdes maupun pemkab,’’ ungkap Partono.

Salah satu contoh program kabupaten yang sampai saat ini masih banyak diacuhkan desa adalah program Lebong bebas buta huruf hijaiyah. Masih sangat sedikit desa yang mengalokasikan RAPBDes untuk pembayaran honor guru ngaji. Contoh lainnya, banyak desa yang belum menganggarkan program bedah rumah. Termasuk minimnya pembangunan sarana dan prasarana air bersih oleh pemdes.

‘’Padahal salah satu dari enam belas program unggulan Pemkab Lebong adalah Lebong Bebas RTLH (Rumah Tak Layak Huni, red) dan Lebong bebas krisis air bersih. Kalau pembangunan yang dilakukan desa ada benang merahnya dengan pembangunan kabupaten, tentunya pengentasan masalah sosial di Kabupaten Lebong bisa berjalan lebih efisien dengan hasil yang maksimal,’’ jelas Partono. (sca)

Berita Lainnya

Dugaan Korupsi Alat Peraga Belum Ada Tersangka

PELABAI –  Kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga matematika di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) ...

error: Content is protected !!