Selasa , 26 Maret 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Soal Surat Suara Rusak, KPU Tunggu Usai Pelipatan

Soal Surat Suara Rusak, KPU Tunggu Usai Pelipatan

DIKEBUT: Sejumlah tenaga yang direkrut untuk melipat surat suara, tampak masih berjibaku. (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Pelipatan surat suara Pilleg dan Pilpres, belum tuntas. Diakui Ketua KPU Mukomuko Irsyad, selama pelipatan, ditemukan sejumlah surat suara yang rusak. Namun pihaknya belum menghitung. Menunggu tuntasnya pelipatan seluruh surat suara.  “Untuk sekarang belum dihitung, dipisahkan saja dulu. Setelah semuanya selesai, baru kita itung, berapa yang rusak dan berapa yang bagus,” kata Irsyad, Sabtu (16/3).

Untuk bentuk surat suara yang rusak yang sudah ditemukan oleh petugas yang melipar surat suara. Yakni ada yang robek, kusut dan ada bercak noda. “Kita pastikan semua itu sudah kita pisahkan. Sekarang pelipatan masih berlangsung,” sampainya.

Irsyad meyakini, untuk surat suara yang rusak, umumnya bagian paling atas dan bagian paling bawah. “Kami menduga, ini disebabkan saat pemindahan surat suara dari mesin percetakan. Karena, diakan diangkat bukan pakai tenaga manusia. Karena yang rusak ini hanya bagian atas dan bawah,” prediksi Irsyad.

Total ada 647.872 lembar surat suara yang harus dilipat. Terdiri, surat suara presiden dan wakil presiden, DPD dan DPR RI, masing-masing sebanyak 128.774 lembar. Kemudian surat suara untuk DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 3 129.774 lembar surat suara. Selanjutnya surat suara DPRD Kabupaten Dapil 1, sebanyak 45.197 lembar. Untuk DPRD Kabupaten Dapil 2, ada 43.804 lembar. Dan surat suara Pemilu DPRD Kabupaten Dapil 3, sebanyak 42.775 lembar surat suara.

“Untuk Surat Suara DPRD Kabupaten, sudah semuanya. Dimulai dari pelipatan surat suara untuk Dapil III, dilanjutkan Dapil II dan terakhir Dapil I. Sekarang masih pelipatan untuk surat suara DPRD Provinsi,” pungkasnya. (hue)

Berita Lainnya

Aktivitas Karaoke dan Panti Pijat Dibatasi

MUKOMUKO – Mediasi antara pengusaha pemlik usaha karaoke dan panti pijat, berhasil digelar. Dimediasi oleh ...

error: Content is protected !!