Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Breaking News / Tol Gerbang Kemajuan Bengkulu

Tol Gerbang Kemajuan Bengkulu

JANJI  Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA, Maret akan dimulainya pembangunan jalan tol Bengkulu-Sumatera Selatan  terwujud. Tol ini akan menjadi konektivitas trans Sumatera. Menjadi gerbang kemajuan Bengkulu.  “Infrastruktur strategis ini akan terhubung dengan Pelabuhan Pulau Baai yang proyeksinya akan dijadikan integrated port dengan kawasan ekonomi khusus,” kata Rohidin.

Pembangunan jalan Tol Bengkulu Palembang ini terintegrasi dalam tol trans Sumatera. Mulai dari Bengkulu-Lubuklinggau, Muaraenim, hingga tembus ke simpang Indralaya, Sumatera Selatan. Dari Aceh hingga Lampung. Bengkulu-Palembang punya panjang ruas tol secara keseluruhan mencapai 329,3 kilometer. Dengan biaya investasi mencapai Rp 75,61 triliun dan masa konsesi selama 4 tahun.

Pembangunan jalan tol yang melewati dua provinsi  tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni Palembang-Lubuklinggau dan Lubuklinggau Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu kebagian memfasilitasi pembangunan jalan tol yang berada di wilayah administrasinya.

“Kita memfasilitasi untuk pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau,” kata Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Taufik Andun.

Dia menjelaskan, koridor pendukung pembangunan jalan tol ini dibagi atas Palembang-Simpang Indralaya, 22 kilometer, simpang Indralaya-Muaraennim 119 Kolometer, Muaraenim Lubuklinggau sepanjang 114 kilometer. Terakhir Lubuk Linggau-Bengkulu 95,8 kilometer. Taufik Andun mengatakan untuk tahap awal, titik nol pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu ini dimulai dari Kelurahan Betungan. Dimana akan menuju ke Taba Penanjung, Bengkulu Utara. Sepanjang 17 kilometer.

“Pintu masuknya ada di Kelurahan Betungan. Saat ini pato-patok merah lahan masyarakat yang akan terkena pembangunan jalan tol ini sudah kita pasang. Jadi masyarakat tahu kalau tanahnya akan terkena jalan tol,” terangnya.

Ruas Lubuklinggau-Curup-Bengkulu memiliki panjang 95,8 Km dan terdiri dari 3 seksi. Badan usaha jalan tol harus bertanggungjawab untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, pemngoperasian dan pemeliharaan sesuai pada ketentuan dalam perjanjian perundang-undangan.

Selain tanah masyarakat, tanah Pemda Provinsi Bengkulu juga akan terkena dampak pembangunan jalan tol ini, sepanjang 95,8 kilometer ini. Sebagai wujud dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menghibahkan  tanah tersebut. Kemudian tanah masyarakat akan diganti untung. “Itu nanti bagian aset yang akan mengurusi proses hibahnya,” terangnya.

Pembangunan jalan tol di wilayah Provinsi Bengkulu sendiri dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama, sepanjang 17,6 kilometer, dari Kelurahan Betungan ke Taba Penanjung. Kemudian tahap kedua dari Taba Penanjung menuju Kepahiang dengan panjang 23,7 kilometer. Kemudian tahap terakhir dari Kepahiang ke Lubuklinggau sepanjang 54,5 kilometer. Biaya investasi untuk pembangunan tol ini mencapai Rp 33,12 trilun. Di Bengkulu sendiri ada dua simpang susun yakni di Kepahiang dan Taba Penanjung. Dengan tingginya investasi itu maka masa konsesi jalan tol ini selama 40 tahun. “Warga yang tanahnya ada patok merah yang datang, pernah beberapa datang ke saya menanyakan itu. Pada dasarnya warga mendukung pembangunan jalan tol ini,” Taufik.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, pengadaan tanah bagi jalan tol wajib dilaksanakan oleh pemerintah.  Sementara itu KTU Kanwil ATR/BPN Provinsi BengkulU Sri Widodo mengatakan saat ini mereka menunggu peta penetapan lokasi (Penlok) pembangunan jalan tol itu. Saat ini Kantor ATR/BPN Kota Bengkulu dan juga Bengkulu Tengah, tengah penyiapan peta pendaftaran di lokasi yang akan dilalui terase jalan tol itu. “Kita menunggu SK penetapan lokasi dari gubernur terlebih dahulu,” katanya.

Dia menjelaskan dalam pembangunan jalan tol ini BPN terlibat dalam pembebasan lahan. Sebab yang menjadi ketua tim pembebasan lahan nanti adalah BPN. “Nanti akan dipetakan wilayah Kota Bengkulu berapa kilometer yang terpakai untuk pembangunan jalan tol, begitu juga di wilayah Benteng berapa. Setelah SK Penetapan lokasi keluar maka kanwil BPN akan menugaskan kantor BPN kota dan Benteng,” tutupnya.

Pengamat Ekonomi Provinsi Bengkulu Prof. Kamaludin mengatakan pembangunan jalan tol ini akan berdampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Mobilitas orang memasuki Bengkulu akan semakin mudah. Palembang-Bengkulu bakal bisa ditempuh dalam waktu 6 jam saja, dari sebelumnya mencapai 10-12 jam perjalanan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, ada tidak sesuatu yang bisa dijual Provinsi Bengkulu dengan kemudahan akses tersebut. Kalau tidak ada yang dijual, orang juga tidak akan datang ke Bengkulu. “Salah satu yang bisa kita jual itu pariwasata. Sehingga sarana pariwisata harus didukung. Orang datang kalau ada yang menarik di Bengkulu. Ini akan sangat luar biasa, mendukung pemanfaatan akses ini. Ini akan sangat luar biasa dampak ekonominya,” terang Kamaludin.

Selain sektor pariwisata yang akan mendatangkan orang melirik ke Bengkulu adalah keberadaan pelabuhan Pulau Baai. Sebab dengan mudahnya akses menuju ke Bengkulu, provinsi di Sumatera bagian selatan bisa memikirkan ulang pelabuhan yang akan mereka gunakan untuk mengekspor produk hasil alamnya. Jika selama ini mereka menggunakan pelabuhan Lampung, Pelabuhan Teluk Bayur Padang, maka bisa beralih ke Pelabuhan Pulau Baai. Sebab jarak tempuh ke Pelabuhan Pulau Baai lebih dekat dengan pelabuhan lainnya. Tentu saja ini menguntungkan bagi pengusaha dari segi biaya transportasi produknya.

Namun yang menjadi persoalan sanggup atau tidak PT IPC II menyelesaikan masalah alur pelabuhan dengan tingginya tingkat sidimentasai atau pendangkalan. Setiap tahun alur di Pelabuhan Pulau Baai harus dikeruk karena pendangkalan. “Ini menjadi PR bagi Pelindo. Kalau bisa dituntaskan akan lebih efesien bisa jadi orang palembang ekspor dari pelabuhan kita. Kalau jalan tol 6 jam saja Palembang Bengkulu karena ada jalan tol ini,” terangnya.

Dari 4 Jam jadi 1 Jam

JIKA saat ini perjalanan ke Lubuklinggau melewati jalan lintas Sumatera mencapai 4 jam perjalanan dengan jarak tempuh 135 kilometer. Lamanya perjalanan ini dikarenakan jalan lintas tersebut masih sempit. Selain itu juga jalan di jalur bukit antara Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kepahiang yang berliku ikut menguras waktu.

Namun ketika jalan tol sudah dibangun nanti, waktu tempuh ke Lubuklinggau hanya 1 jam perjalanan. Sebab jarak tempuhpun akan terpotong menjadi 95,8 kilogram, dengan medan jalan yang lurus dan lebar. “Ya nanti jarak tempunya hanya menjadi 1 jam perjalanan saja ke Lubulinggau,” kata Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA.

Dengan singkatnya waktu tempuh ini nanti maka akan memacu lalulintas menuju ke Bengkulu. Sehingga pariwisata Bengkulu akan semakin naik. Kemudian dengan terbukanya konektivitas Bengkulu dengan provinsi di Sumatera bagian selatan maka akan meningkatkan ekonomi Bengkulu.(del) 

 

Berita Lainnya

Berbagi Pada Sesama, Astra Motor Bengkulu Adakan Donor Darah

BENGKULU– Astra Motor Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin 3 bulanan, Jumat (23/8). Kegiatan ...

error: Content is protected !!