Kamis , 25 April 2019
Home / Breaking News / Menginjak Usia ke- 300, Kamu Mesti Tahu Nih Sejarah Kota Bengkulu

Menginjak Usia ke- 300, Kamu Mesti Tahu Nih Sejarah Kota Bengkulu

Hi YouthZ, kamu putra-putri Bengkulu? Jangan ngaku deh kalo belum tau tentang sejarah kota tercinta. Gak kerasa ya,saat ini kota Bengkulu sudah menginjak usia 300 tahun, sekarang kita sudah merasakan banyak sekali perubahan. Bengkulu juga lambat laun menjadi semakin berkembang dan modern. Tapi di balik itu sebagai generasi muda Bengkulu kita harus tau nih sejarah dan asal mula kota Bengkulu.

Dari berbagai cerita dan sumber yang beredar di katakan bahwa wilayah Bengkulu dahulunya terdiri dari beberapa kerajaan kecil, yakni Kerajaan Empat Petulai, Kerajaan Sungai Serut. Menurut sejarah, Kota Bengkulu ini dibangun pada tahun 1719 Masehi. Sebelum Inggris datang ke Bengkulu, di Bengkulu sudah terdapat sistem kerajaan yang di kuasai Kerajaan Sungai Serut dan Kerajaan Sungai Lemau. Kerajaan Sungai Serut didirikan oleh Ratu Agung yang berasal dari Kerajaan Majapahit, sedangkan Kerajaan Sungai Lemau dipimpin oleh Datuk Bagindo Maharaja Sakti yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung Sumatera Barat. Salah seorang anak dari Ratu Agung yang bernama Putri Gading Cempaka mempunyai paras yang amat elok serta menawan hati bagi siapapun yang memandang. Ternyata nih YouhtZ saking tersohornya kecantikan beliau, akhirnya datanglah seorang putra raja Aceh untuk meminang Putri Gading Cempaka.

Setelah pinangan putra Raja Aceh diterima Putra Raja Aceh pun Kembali ke Negerinya, akan tetapi sayang beribu sayang ketika Putra Raja Aceh datang lagi ke Kerajaan Sungai Serut untuk melaksanakan pernikahan dengan Putri Gading Cempaka, Ayahanda Putri gading Cempaka yaitu baru saja meninggal dunia. Karena Karajaan Sungai Serut masih dalam suasana berkabung, akhirnya rencana pernikahan terpaksa ditolak oleh kakak Putri Gading Cempaka yang bernama Raja Anak Dalam Muaro Bangkahulu, ia menggantikan sang Ayahandanya sebagai Raja Sungai Serut.

Mendengar penolakan tersebut, Raja Aceh sangat tersinggung dan perang antara kedua belah pihak tak dapat terelakkan. Dalam perang yang tidak seimbang, karena laskar Raja Aceh lebih banyak dan lebih siap, maka kerajaan Sungai Serut hanya mampu bertahan dengan membuat empang pertahanan ke hulu. Dengan taktik empang ke hulu Sungai Serut, tentara Aceh dapat dikalahkan dan akhirnya kembali ke Aceh. Keberhasilan membuat empang ke hulu inilah yang akhirnya diabadikan menjadi Bangkahulu yang sekarang kita kenal sebagai Bengkulu.

Pada tahun 1714, Inggris mendirikan Benteng Fort Marlborough di bawah pimpinan wakil Gubernur England Indishe Company (EIC) yaitu Joseph collet. Namun kerena kesombongan dan keangkuhan Joseph Collet, begitu Benteng Fort Marlborough selesai dibangun, rakyat Bengkulu dibawah pimpinan Pangeran Jenggalu menyerang orang Inggris lalu Fort Marlborough dapat dikuasai Rakyat Bengkulu. Dalam pertempuran tersebut Gubernur Inggris Thomas Parr mati terbunuh oleh Pangeran Jenggalu. Orang Inggris dapat diusir dari Bengkulu dan mereka lari ke Madras (India).

Karena kekhawatiran terhadap Belanda dan VOC yang akan memperluas kekuasaannya di Bengkulu, Pada masa itu Gubernur Inggris dipersilahkan oleh Raja-raja Bengkulu untuk kembali ke Ujung Karang, dengan syarat hanya boleh mendirikan pusat perdagangan yang diberi nama Pasar Marlborough,  atau yang saat ini kita kenal dengan Pasar Malabero. Pada zaman Belanda, Kota kecil Bengkulu dijadikan sebagai pusat pemerintahan “GEWES BENCOOLEN” . Pada masa revolusi fisik Kota Bengkulu menjadi tempat kedudukan Gubernur militer Sumatera Selatan. Sejak awal kemerdekaan Kota Bengkulu menjadi ibukota Keresidenan Bengkulu dari Provinsi Sumatera Selatan dan sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Bengkulu Utara. Kota Bengkulu juga sarat akan sejarah karena di sinilah pula Presiden pertama bangsa Indonesia mengalami masa pengasingannya dan kota ini pun juga merupakan kota kelahiran Ibu Fatmawati yang menjahit sang Saka Merah Putih. Wah full of history ya guys.

Setelah Bengkulu menjadi Provinsi pada tanggal 18 November 1968, Kota Bengkulu resmi menjadi ibukota provinsi Bengkulu. Berkenaan dengan sejarah berdirinya Kota Bengkulu, maka Pemerintah daerah telah menetapkan dalam Peraturan Daerah Kotamadya Bengkulu Nomor  01 tahun 1991, bahwa setiap tanggal 17 Maret ditetapkan secara resmi sebagai hari jadi Kota Bengkulu. Nah YouthZ mari semarakkan HUT kota kita tercinta dengan berbagai kontribusi untuk masyarakat dan semangat membangun daerah. (edm)

Berita Lainnya

Tingkatkan Sumber Daya Manusia di Desa Melalui Akademi Paradigta

KUBU RAYA – Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa, hal tersebut dinilai penting ...

error: Content is protected !!