Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Sudah 75 Sapi Mati di Mukomuko Akibat Jembrana

Sudah 75 Sapi Mati di Mukomuko Akibat Jembrana

MUKOMUKO – Peternak sapi di Kabupaten Mukomuko semakin resah. Mereka kembali dihantui oleh wabah penyakit keringat darah atau jembrana yang menyerang ternak sapi. Kali ini lima ekor sapi ditemukan mati akibat Jembrana, semuanya berada di Kecamatan Kota Mukomuko.   Dengan penambahan kasus ini, maka jumlah sapi milik warga Kabupaten Mukomuko yang mati sia-sia akibat jembrana terhitung Januari 2019 hingga  pertengahan bulan ini, sudah mencapai 73 ekor.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, Warsiman, S.Pt menerangkan, rata-rata sapi yang mati itu merupakan sapi yang dilepasliarkan. Ini salah satu risiko bagi peternak yang membiarkan sapinya berkeliaran, sangat rentan terkena penyakit. “Kalau sapinya diliarkan, bagaimana kami bisa memberikan vaksin anti jembrana,” keluh Warsiman.

Dulu sambungnya, ketika ada sapi milik warga di daerah itu mati akibat Jembrana, Distan Mukomuko sudah melakukan vaksin terhadap sapi peliharaaan warga sekitar. Tapi khusus sapi yang liar, tidak dapat diberikan vaksin.   “Pemiliknya juga tidak mau mengandangkan. Kejadianya baru nampak sekarang, ternyata sapi yang liar itu sudah terjangkit jembrana. Jumlahnya sekarang ada 5 ekor yang mati,” ujarnya.

Warsiman juga mengkhawatirkan, untuk wabah jembrana akan terus menular terhadap sapi milik masyarakat yang ada di Kabupaten Mukomuko. Meskipun ia bersama petugas kesehatan hewan yang ada terus melakukan vaksin. Dan pengobatan terhadap ternak sapi yang terserang jembrana. Namun hal itu bukan menjadi jaminan wabah jembaran dapat dihentikan. “Kalau pemilik ternak masih saja suka meliarkan ternaknya, kami jamin untuk menghentikan wabah ini sangat sulit sekali,’’ tukasnya.

Satu-satunya jalan, lanjutnya Warsiman, pemilik ternak tidak lagi melepas liarkan ternaknya. Sehingga petugas kesehatan hewan dapat mengontrol, memastikan apakah sapi itu terserang penyakit atau tidak. “Kalau terserang penyakit bisa langsung diobati supaya tidak menular kepada sapi lainnya,” pungkasnya.(hue)

Berita Lainnya

Akhir April, TPG Cair

MUKOMUKO – Lebih dari 800 guru yang menanti pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) di triwulan ...

error: Content is protected !!