Selasa , 23 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Aktivitas Karaoke dan Panti Pijat Dibatasi

Aktivitas Karaoke dan Panti Pijat Dibatasi

PAKSA TUTUP: Warga saat menutup paksa tempat karaokean dan panti pijat di PIM Kota Mukomuko. (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Mediasi antara pengusaha pemlik usaha karaoke dan panti pijat, berhasil digelar. Dimediasi oleh Pemerintah Kecamatan Kota Mukomuko, dengan turut dihadiri Satpol PP, Kantor Kesbangpol, Polsek Mukomuko, Koramil Mukomuko, Lurah Koto Jaya, Karang Taruna Koto Jaya, RT Koto Jaya, dan para tokoh masyarakat.
Alhasil, dalam mediasi itu, disepakati adanya pembatasan jam penutupan usaha karaoke Max One. Dan juga seluruh usaha panti pijat yang ada di wilayah Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko.

Tempat usaha karaoke, harus sudah menghentikan jam operasionalnya pada pukul 24.00 WIB atau pukul 00.00 WIB, setiap malam. Sedangkan tempat usaha panti pijat, harus sudah berhenti operasionalnya pada pukul 22.0 WIB, setiap hari. Kesepakatan penutupan jam usaha karaoke dan panti pijat, buntut dari aksi demo puluhan warga Kelurahan Koto Jaya pada Jumat (22/3) sore yang lalu. “Jujur saja, aksi yang dilakukan oleh warga khususnya emak-emak itu karena mereka mengaku resah dengan aktivitas usaha karaoke dan panti pijat yang dinilai tidak kenal waktu,” terang Ketua RT 02 Kelurahan Koto Jaya, Alfian Tanjung.

Diakuinya, kadang usaha itu buka hingga pagi hari. Dan kontan saja, warga yang ada di sekitar lokasi usaha tidak bisa istirahat dengan tenang. Karena berisiknya suara manusia dan musik dalam ruang karaoke dimaksud.
“Dan untungnya, warga dan pemerintah masih memberikan toleransi dengan pembatasan jam penutupan usaha hiburan di malam hari setelah dilaksanakan mediasi,” terangnya.

Dan hasil ini disepakati oleh pemilik usaha. Dibuktikan dengan kesepakatan tersebut ditandatangani oleh pihak pengusaha, pihak pemerintah dan pihak tokoh masyarakat setempat. “Jika pemilik usaha tidak mengindahkan hasil kesepakatan itu. Maka warga siap untuk melakukan penutupan dengan caranya sendiri. Dan saya selaku Ketua RT, sangat mengharapkan kepada pemilik usaha dapat menjalankan dengan baik hasil kesepakatan itu,” harapnya.

Hasil pertemuan itu turut dibenarkan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Mukomuko, A. Halim, SE, M.Si. Selama ini warga tidak mempermasalahkan keberadaan usaha itu. Sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum.
“Dan kami juga ingatkan, pemilik usaha khususnya yang ada di Kelurahan Koto Jaya. Untuk dapat menjalankan hasil kesepakatan itu dengan baik. Dan untuk memastikan, setiap waktu akan kami laksanakan operasi. Dan untuk usaha yang belum mengantongi izin, kami harapkan supaya segera mengurus izinnya,” pinta Halim. (hue)

Berita Lainnya

58 Desa Belum Cairkan Dana Desa

MUKOMUKO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mukomuko menyebutkan masih ada puluhan desa yang belum ...

error: Content is protected !!