Selasa , 23 Juli 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Enam Warga Tewas Kecelakaan Akibat Ugal-ugalan

Enam Warga Tewas Kecelakaan Akibat Ugal-ugalan

RAZIA: Polres Bengkulu Utara (BU) melakukan razia, Sabtu (23/3) malam lalu. Razia ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di Bengkulu Utara. (foto : shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Jika biasanya kerusakan jalan menjadi penyebab utama kecelakaan, belakangan ini justru jalan mulus yang menyebabkan kecelakaan hingga korban tewas. Kurang dari tiga bulan, sebanyak enam warga Bengkulu Utara meninggal dunia dalam kecelakaan, baik itu yang tertabrak maupun akibat kecelakaan dua kendaraan sejak Januari – Maret.

Uniknya seluruh kecelakaan tersebut terjadi di jalan mulus yang memang memancing pegendara untuk memacu kendaraan. Dalam kondisi melaju kencang, pengendara tak bisa mengontrol kendaraan hingga menabrak korban maupun menghantam kendaraan lain.

Polisi berusaha menekan angka kecelakaan dengan melakukan razia dan menyasar para pengemudi yang tidak menggunakan kelengkapan. Termasuk pemuda yang diduga akan melakukan aksi balap liar. Seperti Sabtu (23/3) malam lalu, polisi merazia titik-titik yang menjadi pintu masuk pengemudi masuk ke Kota Arga Makmur.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM menuturkan jika kecelakaam terutama yang menyebabkan tewas akibat pengemudinya ugal-ugalan. Hal ini terjadi di jalan mulus yang memancing pengemudi terutama motor memacu kendaraannya.

“Analisa ini kita lihat dari kejadian yang terjadi di Bengkulu Utara yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia tersebut. Di jalan mulus mereka melaju kencang hingga tak mampu sepenuhnya mengandalikan kendaraan,” ujarnya.

Dalam razia Sabtu (23/3) lalu juga polisi masih mendapati pengemudi yang menerobos barikade polisi atau memaksa memutar arah menghindari razia. Mereka rata-rata pemuda yang sudah memodifikasi motornya dan tidak menggunakan kelengkapan.

“Kita lihat sendiri, namun kita memang tidak melakukan pengejaran dengan pertimbangan keselamatan pengemudi itu. Tujuan kita minimal mereka tahu jika selalu ada razia yang menindak pelanggar seperti mereka,” katanya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran dan tingkat pemahaman masyarakat dalam berkendara di Bengkulu Utara masih minim. Hal ini salah satu penyumbang kecelakaan terbesar di Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah (Benteng) termasuk yang menyebabkan korbannya tewas. “Untuk menumbuhkan tingkat kesadaran tidak bisa hanya dilakukan polisi, namun di lingkungan keluarga dan pegendara sendiri harus berusaha untuk sadar tertib berlalu lintas,” pungkas Kapolres. (qia)

 

Berita Lainnya

Usut 2 Kasus Korupsi DD

ARGA MAKMUR – Dalam tahun ini, Kejari Bengkulu Utara sudah menetapkan dua tersangka kasus dugaan ...

error: Content is protected !!