Selasa , 23 April 2019
Home / Daerah / Kaur / Petani Tuntut Kenaikan Harga Karet

Petani Tuntut Kenaikan Harga Karet

KARET: Petani karet saat menjual karet hasil kebunnya. (foto : albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Petani karet di Kabupaten Kaur menuntut pemerintah bisa menaikkan harga komiditi perkebunan yang mereka budidayakan. Harga karet Rp 7 ribu per kilogram, petani tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kondisi ini sudah berlangsung lama. Bahkan harga lateks karet pernah jatuh Rp 5 ribu-Rp 6 ribu per kilogramnya. Mereka berharap harga karet bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogramnya.

Petani karet di Trans Tanjung Agung, Suwito kepada RB mengatakan harga Rp 7 ribu petani masih merugi. Sebab banyak biaya yang mereka keluarkan. Mulai dari biaya panen, perawatan hingga biaya angkut. Apa lagi lokasi kebun di Trans Tanjung Agung, harus turun ke Desa Pagar Dewa untuk menjual karet yang disadap. “Kalau harga saat ini Rp 7 ribu pak, kita masih rugi. Tidak dapat upah capek panennya. Kalau bisa harapan kita petani karet di Kaur ini harga bisa naik Rp 10 ribu per kilogramnya. Saat ini kita bingung, mau dipanen harga murah sementara tidak di panen kita tidak makan,” keluh Suwito.

Hasil pertanian dari Tanjung Agung sudah mulai terlihat, salah satunya karet. Bahkan tonan karet per minggunnya dihasilkan dari kawasan transmigrasi ini. Itu saja, belum semua petani karet menyadap. Karena masih menunggu harga naik.

“Kalau bisa tidak karet saja pak, harga sawit juga dinaikan. Kita bingung patani ini harga karet dan sawit tidak naik. Sementara harga sembako di warung terus mengalami kenaikan,” terang Suwito diamini rekan-rekannya.(cik)

Berita Lainnya

Guru Jangan Bocorkan Soal Unas

KOTA BINTUHAN – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Endy Yulizar, mengingatkan guru supaya tidak membocorkan ...

error: Content is protected !!