Kamis , 25 April 2019
Home / Berita utama / 141 Siswa SMK Gagal UNBK

141 Siswa SMK Gagal UNBK

BENGKULU – Sebanyak 141 siswa dari 8.086 siswa SMK di Provinsi Bengkulu gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama, Senin (25/3). Hampir tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, kecuali Lebong. Pelaksanaan UNBK hari pertama dengan Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia secara umum berjalan lancar.

Siswa SMK yang tidak hadir UNBK ini disebabkan mayoritas karerna Drop Out (DO), dan mengundurkan diri ini. Meliputi di Kota Bengkulu sebanyak 54 siswa tidak hadir dengan alasan DO, di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) ada 8 siswa DO, dan 1 mengundurkan diri. Kemudian di Kabupaten Rejang Lebong ada 51 siswa tidak hadir, yaitu 24 tanpa keterangan dan 27 lainnya dinyatakan DO.

Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Selatan ada 7 siswa tak hadir dengan alasan sudah DO, di Seluma ada 3 yaitu 2 karena tersandung hukum, dan 1 orang DO. Lalu di Kabupaten Kaur ada 6 siswa tak hadir karena DO, Mukomuko ada 4 tidak hadir karena DO, di Kepahiang ada 6 siswa DO, di Kabupaten Bengkulu Tengah ada 1 siswa tak hadir karena mengundurkan diri.

“Ada 141 siswa SMK tak hadir hari pertama pelaksanaan UNBK. Sebanyak 139 sudah dianggap DO dan 2 orang karena tersandung hukum,” ujar Sekretaris Panitia Ujian Nasional (UN) Provinsi Bengkulu Syaiful Amri, M.Pd.

Lanjut Syaiful, pelaksanaan UNBK hari pertama untuk siswa SMK kemarin berjalan lancar. Tidak ada gangguan kendala jaringan atau listrik padam yang dapat mengganggu jalannya pelaksanaan ujian nasional dengan sistem online ini. dirinya berharap selama 3 hari kedepan pelaksanaan UNBK hingga Kamis (28/3) juga dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

“Ada 94 SMK yang menggelar ujian, semuanya menggunakan komputer. Alhamdulillah berjalan lancar,” bebernya.

UNBK dilaksanakan mulai pukul 07.30-16.00 WIB. Dibagi dalam 3 sesi waktu ujian, yaitu sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.30 WIB, sesi kedua dimulai pukul 10.30-12.30 WIB, dan sesi ketiga mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Setelah selesai ujian sesi terakhir hasil jawaban siswa baru di upload kembali ke pusat.

“Untuk antisipasi kebocoran soal baru didownload menjelang setiap pelaksanaan ujian. Pengawas, proktor (orang yang mengendalikan server), dan siswa juga dilarang membawa alat komunikasi keruang ujian,” terang Syaiful.

Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu Hj. Eva Yuliarzi, M.Pd menambahkan peserta unas  di SMKN 3 Kota Bengkulu  ada 426 peserta, dan seluruhnya hadir. Sekolah menggunakan 2 ruangan untuk tempat ujian, terdiri dari ruang kelas besar dengan kapasitas 93 siswa dan kelas kecil dengan kapasitas 50 siswa. Untuk antisipasi listrik padam, sekolah juga sudah menyiapkan genset. Eva juga optimis, kelulusan di SMKN 3 bisa 100 persen.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan untuk fasilitas ujian kita sekolah juga sudah siap sehingga peserta tidak perlu membawa leptop,” kata Eva. (key)

Berita Lainnya

Tingkatkan Sumber Daya Manusia di Desa Melalui Akademi Paradigta

KUBU RAYA – Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa, hal tersebut dinilai penting ...

error: Content is protected !!