Kamis , 25 April 2019
Home / Breaking News / Patah As, Bus Sriwijaya Terbalik di Nasal

Patah As, Bus Sriwijaya Terbalik di Nasal

TERBALIK : Bus Sriwijaya dengan nopol BD 7062 AU jurusan Lampung – Bengkulu terbalik di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Selasa (26/3). (foto : ist/rb). 

KOTA BINTUHAN – Laka tunggal  kembali terjadi Selasa (26/3) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Kali ini menimpa bus Sriwijaya dengan nopol BD 7062 AU jurusan Lampung – Bengkulu.  Bus membawa 28 penumpang, 2 orang supir dan kernet terbalik saat akan menanjak. Informasi terhimpun mobil terbalik setelah patah AS roda saat menanjak dari Lampung ke Bengkulu. Akibat kejadian beberapa penumpang mengalami luka ringan dan dilarikan ke Puskesmas Nasal.

“Untuk laka tunggal ini tidak ada korban jiwa, karena posisi malam jadi banyak penumpang luka lecet saja. Saat ini kita masih si TKP melakukan pengamanan dan menunggu evakuasi bus yang masih berada di jalan,” ujar Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S. IK melalui Kapolsek Nasal Iptu Yana Rohyana.

Sementara itu dari 30 penumpang malam tadi 13 dilarikan ke puskesmas karena luka lecet. Mereka adalah Suhar (L), 34 tahun warga Lampung. Anis 51 tahun (P) warga Bengkulu, Nopi Iqwan 31 tahun (L), Bandar Lampung, Marsidah 53 tahun (P), Sumber Harapan Kaur.  Ismiati 46 tahun (P) warga Lampung Utara, Riana 27 tahun (P) warga Lampung, Diah Ayu Wulandari 13 tahun,(P) warga Lampung Utara, Marsita (P) 60 tahun warga Lampung Selatan.  Kemudian Winah 60 tahun (P) warha Lampung, Nasrudin 32 tahun (L) Bengkulu, Sumiyem 52 tahun, (P) warga Bengkulu. Masalah 59 tahun (P) warga Bengkulu Utara dan Muhaimin 60 tahun, (L) warga Bengkulu.

“Untuk kondisi korban luka luka lecet dan lebam-lebam saat ini sudah kita tangani dan pasien semua sudah dipulangkan, ” kata Kepala Puskesmas Nasal Debhora D. Tarigan SKM. (cik)

Berita Lainnya

Tingkatkan Sumber Daya Manusia di Desa Melalui Akademi Paradigta

KUBU RAYA – Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa, hal tersebut dinilai penting ...

error: Content is protected !!