Rabu , 24 April 2019
Home / Metropolis / Pemprov Optimis Raih WTP

Pemprov Optimis Raih WTP

LKPD: Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE, MT menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2018 kepada BPK Perwakilan Bengkulu, Senin, (25/3). (foto: ist/rb/mc pemprov Bengkulu)

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu optimis tahun ini kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Lantaran upaya perbaikan sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM) sudah dilakukan Pemprov Bengkulu agar bisa meraih opini terbaik laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE, MT mengatakan, Pemprov sudah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2018 kepada BPK Perwakilan Bengkulu, Senin (25/3). LKPD ini nantinya akan dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh BPK. Hasil pemeriksaan baru akan diterima oleh Pemprov Bengkulu sekitar 2 bulan kemudian, atau diperkirakan akhir Mei.

“Ini laporan rutin yang disampaikan Pemprov/Pemkab/Pemkot setiap tahunnya ke BPK. Sekarang kita belum tahu seperti apa penilaian dari BPK karena baru diserahkan,” ujar Nopian ditemui usai menyerahkan LKPD ke BPK Perwakilan Bengkulu yang diterima langsung Kepala BPK Perwakilan Bengkulu, Arif Agus, SE, MM, Ak, CPA, Senin (25/3).

Penyerahan laporan keuangan ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemprov sebagai pengguna anggaran negara. Sehingga dalam laporan yang disampaikan, terang Sekda, termasuk di dalamnya seluruh pertanggungjawaban keuangan selama tahun 2018. Nanti hasil akhir dari pemeriksaan BPK terhadap pertanggungjawaban ini berupa opini, yaitu WTP atau Wajar Dengan Pengecualian (WDP) akhirnya apakah akan mendapat opini WTP atau WDP. Namun dirinya optimis, Pemprov bisa kembali meraih predikat WTP untuk laporan keuangan ini.

Mengingat upaya perbaikan-perbaikan sudah dilakukan, mulai dari menindaklanjuti temuan BPK terkait kelebihan bayar. Juga tentang temuan perjalanan dinas yang hanya kesalahan administrasi saja, juga seluruhnya sudah diselesaikan. Begitu juga dengan penataan dan penertiban aset sudah dilaksanakan karena juga bisa mempengaruhi dalam penilaian BPK.

“Aset juga ada pengaruh dan tetap kita tertibkan yang penting pengaturannya. Kita berdoa agar dapat WTP. Insya Allah lebih baik dari tahun sebelumnya, dan kita optimis raih WTP,” bebernya.

Kepala BPK Perwakilan Bengkulu, Arif Agus menerangkan, saat ini pihaknya baru menerima LKPD dari Pemprov/Pemkab/Pemkot yang ada di Provinsi Bengkulu. Pemeriksaan terhadap LKPD ini dibutuhkan paling tidak sekitar 2 bulan, yang hasilnya nanti akan dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. LHP akan diserahkan kepada masing-masing Pemprov/Pemkab/Pemkot sesuai hasil pemeriksaan terhadap LKPD.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Helmi Paman berharap, Pemprov Bengkulu bisa mempertahankan predikat WTP. Jangan sampai temuan-temuan  yang ada membuat predikat WTP yang berhasil diraih di tahun 2017 lalu menurun menjadi WDP atau di bawah itu. Sebab hal ini juga menyangkut nama pimpinan provinsi dalam memimpin tata kelola keuangan daerah.

Apabila dalam pengelolaan anggaran tahun 2018, Pemprov Bengkulu kembali mendapatkan predikat WTP, maka akan ada insentif dari pemerintah pusat, berupa tambahan anggaran. “Mudah-mudahan Pemprov masih mendapat WTP, karena ini menyangkut tata kelola keuangan daerah. Bentuk tanggung jawab selaku pengguna anggaran negara,” ujar Helmi.

Selain Pemprov Bengkulu, diketahui Pemkab Bengkulu Tengah, Pemkab Bengkulu Selatan, Pemkab Kepahiang, Pemkot Bengkulu, Pemkab Mukomuko mendatangi Kantor BPK Perwakilan Bengkulu untuk menyerahkan LKPD untuk diaudit oleh audiotor BPK Perwakilan Bengkulu.

Sementara, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi berharap, Kota Bengkulu dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait hasil pemeriksaan LKPD 2018. “Semoga laporan tahun ini tidak ada masalah, semoga Kota Bengkulu dapat WTP,” katanya. (key/cw1)

Berita Lainnya

Penetapan 1 Ramadan, Kemenag Tunggu Rukyatul Hilal

BENGKULU– Muhamadiyah sudah menetapkan jika 1 Ramadhan 1440 Hijriah bertepatan dengan 6 Mei 2019. Namun ...

error: Content is protected !!