Senin , 22 Juli 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Petani Berharap Harga Kopi Stabil

Petani Berharap Harga Kopi Stabil

PENGELOLAAN KOPI: Proses pengelolaan kopi yang dilakukan petani di Kepahiang. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang yang akan membangun pabrik pengolahan kopi di Kecamatan Seberang Musi pada tahun ini, disambut antusias oleh para petani kopi di Kabupaten Kepahiang. Bahkan para petani menyimpan ekspektasi besar atas rencana pembangunan tersebut, salah satunya adalah adanya kestabilan harga kopi untuk petani di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Hal ini lantaran selama ini petani kopi merasa sangat terhimpit secara ekonomi. Harga beli kopi dari petani oleh pabrik kopi masih sangat rendah. Bahkan petani kopi kerap merasa ada permainan harga jual beli kopi dari petani, yang dilakukan oleh para pengumpul dan produsen kopi selama ini.

“Informasi akan didirikannya pabrik pengolahan kopi di Kabupaten Kepahiang, jelas sangat kami harapkan selaku petani kopi. Karena ini merupakan angin segar atas apa yang kami harapkan selama ini terkait harga beli kopi yang stabil dari para petani,” beber Mulya (39), seorang petani kopi di Desa Langgar Jaya, Kecamatan Muara Kemumu, Senin (25/3).

Harapan ini muncul lantaran belakangan harga jual kopi terancam turun jelang musim panen mendatang. Pasalnya berdasarkan pengalaman yang dialami para petani belakangan, harga jual kopi dari petani jauh menurun dari sebelum masa panen dengan setelah masa panen.

Diungkapkan Samsul (42), petani kopi di Desa Rimbo Donok, Kecamatan Tebat Karai, belakangan kerap dirugikan dengan harga kopi yang terkesan dimainkan oleh para toke kopi. Pasalnya sebelum panen biasanya harga jual kopi petani berada di harga lebih dari Rp 20 ribu per kilogram. Namun harga tersebut turun di bawah Rp 20 ribu per kilogram setelah masa panen.

“Biasanya sebelum kita panen, harganya di atas Rp 20 ribu. Tapi setelah kita panen, harga kopi justru turun. Hal ini jelas membuat kami merugi. Tahun lalu bahkan kami terpaksa menjual kopi hasil kebun kami seharga Rp 16 ribu per kilogram, padahal beberapa pekan sebelumnya harga masih stabil Rp 20 ribu per kilogram,” terang Samsul.

Pertengahan tahun 2019 mendatang Pemkab Kepahiang berencana akan melaksanakan pembangunan pabrik pengolahan kopi di Desa Temdak, Kecamatan Seberang Musi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM mengungkapkan, saat ini pihaknya masih merampungkan proses sertifikasi lahan yang akan dijadikan area pembangunan. Rencananya selain membangun pabrik kopi, Pemkab Kepahiang juga akan menyiapkan beberapa peralatan pengolahan kopi.

“Pembangunan ini akan menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Khusus (DAK), yang bertujuan untuk meningkatkan produksi potensi kopi yang kita miliki. Nantinya pabrik pengolahan kopi ini akan bekerja sama dengan investor yang tertarik mengembangkan produksi kopi Kepahiang,” jelas Zamzami.

Dengan adanya pabrik pengolahan kopi ini nantinya, Pemkab Kepahiang berharap bisa menjadi salah satu momen untuk menggenjot perekonomian masyarakat, minimal dari sisi penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar. Untuk itu dengan semua fasilitas yang telah disiapkan tersebut, Pemkab berharap bisa memancing investor untuk bisa menanamkan modal usaha di Kabupaten Kepahiang.

“Kita optimis dengan fasilitas yang kita sediakan ini, para investor bisa datang untuk menanamkan modalnya di wilayah kita, sehingga bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat kita,” bebernya.

Zamzani berharap, di akhir 2019 mendatang pembangunan pabrik dan fasilitasnya bisa segera rampung, dan tahun 2020 produksi sudah bisa berjalan produksinya. “Kita berharap ke depan kita bisa memiliki produk lokal yang bisa dijual secara nasional tentunya dengan menggunakan brand daerah,” demikian Zamzami. (sly)

 

Berita Lainnya

Bacok 2 Tetangga Dengan Pedang

KEPAHIANG – Gerak cepat Polres Kepahiang, berhasil meringkus Ho (51) dan EA (21) warga Desa ...

error: Content is protected !!