Kamis , 25 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 31 Sanggar Kesenian Belum Teregistrasi

31 Sanggar Kesenian Belum Teregistrasi

KEPAHIANG – Berdasarkan Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepahiang, dari 50 sanggar kesenian yang ada di Kabupaten Kepahiang, hanya 19 sanggar yang sudah teregistrasi oleh Disdikbud. Sisanya sebanyak 31 sanggar kesenian disinyalir beroperasi secara ilegal lantaran belum teregistrasi.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Kepahiang Dr. Hartono, M.Pd, yang mengungkapkan bahwa banyaknya sanggar kesenian yang belum teregistrasi tersebut disebabkan lantaran minimnya kesadaran pihak pengelola sanggar, yang tidak memahami fungsi dari registrasi atas usaha yang dikelolanya tersebut.

Diketahui dari 50 sanggar kesenian tersebut, lebih dari setengahnya bergerak di bidang kuda lumping. Bahkan dari 19 sanggar yang sudah teregistrasi, hanya 6 sanggar kesenian kudang lumping yang sudah memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK), yang berarti sudah dilegalkan oleh pemerintah.

“Jumlah sanggar kuda lumping di Kabupaten Kepahiang ini ada sekitar 30 sanggar. Namun hanya 6 sanggar yang sudah memiliki NIK dan teregistrasi. Sisanya sama sekali belum mendaftarkan diri kepada kita,” tegas Hartono.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kepahiang Edy Subagia, S.Pd mengungkapkan sejak tahun 2018 lalu pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap sanggar yang ada di Kabupaten Kepahiang. Bahkan Dikbud juga sudah menyurati seluruh sanggar untuk mendaftarkan diri secara online. Hanya saja imbauan tersebut sampai saat ini tidak mendapatkan respon dari beberapa pengelola sanggar yang ada.

“Hanya sebagian kecil saja yang peduli dan meregistrasi sanggarnya. Sedangkan yang lainnya, lebih memilih berkarya dan beroperasi tanpa teregistrasi. Padahal tanpa registrasi, sanggar bisa saja dinyatakan sebagai sanggar kesenian atau budaya yang ilegal,” singkat Edy. (sly)

Berita Lainnya

Kepahiang Terima 7 Ribu Benih Kopi dari Bogor

KEPAHIANG – Guna peningkatan produksi kopi di wilayah Kabupaten Kepahiang, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan ...

error: Content is protected !!