Jumat , 26 April 2019
Home / Breaking News / Antisipasi Bencana, Dinas Ketahanan Pangan Usulkan Cadangan Beras 100 Ton

Antisipasi Bencana, Dinas Ketahanan Pangan Usulkan Cadangan Beras 100 Ton

MENGHIJAU : Salah satu lahan persawahan andalan Kabupaten Lebong di Desa Suka Marga, Kecamatan Amen. (foto : Aris/rb)

LEBONG SAKTI – Dalam struktur APBD Perubahan tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lebong akan mengusulkan pengadaan cadangan pangan berupa beras 100 ton. Jika dirupiahkan mencapai Rp 1,5 miliar dengan asumsi harga beras Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Kalau tidak terakomodir, akan kami usulkan dalam APBD 2020,’’ ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SP, M.Si kepada RB.

Diakuinya, saat ini Lebong sama sekali tidak memiliki cadangan beras. Alhasil ketika terjadi bencana, kebutuhan cadangan beras bagi petani yang sawahnya gagal panen harus diusulkan dahulu ke provinsi. Sementara kewajiban daerah menyediakan cadangan beras itu sudah diatur dalam Peraturan menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah. ‘’Artinya kita wajib menyediakan cadangan beras,’’ ungkap Indra.
Termasuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Penggunaan cadangan beras itu diberikan kepada para petani yang mengalami gagal panen karena sawahnya rusak akibat bencana alam. Namun maksud dan tujuan pemberian bantuan cadangan beras ini jangan disalahgunakan. ‘’Nanti petani malah keenakan atau manja, justru dengan jaminan cadangan beras ini petani diminta lebih semangat bertanam padi sehingga Lebong bisa swasembada beras,’’ terang Indra.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lebong, Drs. Dalmuji Suranto memastikan ke depan Lebong akan menyiapkan cadangan beras bagi petani yang gagal panen akibat bencana. Dimintanya DKP tetap mengusulkan dalam APBD Perubahan tahun ini. ‘’Kalaupun tidak terakomodir keseluruhan, paling tidak separohnya atau misalnya kurang sedikit. Nanti tahun 2020 baru dipenuhi secara keseluruhan,’’ tukas Dalmuji.

Tidak dipungkirinya, Lebong sangat memerlukan cadangan beras mengingat letak geografis Lebong yang masuk kategori rawan bencana. Khususnya banjir dan longsor. Belajar dari pengalaman, lahan sawah yang paling dominan rusak di setiap terjadi banjir. ‘’Itu karena sawah yang ada di Lebong ini sudah pasti letaknya berdekatan dengan sumber air,’’ tutup Dalmuji. (sca)

Berita Lainnya

#Cari_aman Dulu, Baru Naik Motor

BENGKULU – #Cari_aman baru naik motor merupakan tema yang diangkat oleh Safety Riding Astra Motor ...

error: Content is protected !!