Kamis , 25 April 2019
Home / Probis / Biaya Jasa Ojol Ditetapkan

Biaya Jasa Ojol Ditetapkan

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memuji langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menetapkan biaya jasa Ojek Online (Ojol) dengan menggunakan skema batas atas dan batas bawah. Menurut mereka, keputusan itu sudah tepat.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, pengaturan biaya jasa Ojol sangat penting bagi keberlangsungan bisnis daring ini. Di sisi lain, campur tangan pemerintah juga punya peran penting bagi pengemudi, aplikator, dan masyarakat sebagai konsumen.

“Tanpa campur tangan pemerintah, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi hak-hak konsumen sebagai pengguna ojol, atau bahkan hak-hak pengemudi sebagai operator ojol,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3).

Oleh karena itu, pengaturan tarif Ojol dengan model tarif batas atas dan batas bawah adalah langkah tepat.  “Batas atas untuk menjamin agar tidak terjadi eksploitasi tarif pada konsumen yang dilakukan oleh aplikator, dan tarif batas bawah untuk melindungi agar tidak ada banting tarif dan atau persaingan tidak sehat antar aplikator,” tambah Tulus.

Lebih lanjut, Tulis menilai penerapan tarif pada Ojol merupakan hal lazim, kendati bukan kategori transportasi umum. Selain itu, pihaknya berharap kenaikan tarif juga harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan khususnya dari aspek keamanan dan keselamatan.

“Kenaikan tarif juga harus menjadi jaminan untuk turunnya perilaku yang ugal-ugalan pengemudi ojol, tidak melanggar rambu lalu lintas, tidak melawan arus, dan lain lain, sehingga bisa menekan Lakalantas. Regulasi yang baru ini, seharusnya sudah termasuk di dalamnya adalah adanya asuransi bagi pengguna Ojol, seperti asuransi dari PT Jasa Raharja,” tuturnya.

Tulus menambahkan, besaran tarif yang ditentukan pemerintah dinilai masih terlalu besar. Meski begitu, dia berharap pemerintah bisa terus fokus melakukan pengawasan.

“Potongan 20 persen yang dilakukan aplikator kepada pengemudi seharusnya bisa diturunkan, karena dengan kenaikan tarif berarti pendapatan aplikator juga naik. Setelah kenaikan ini, perlu ada sinergi dengan Kominfo agar tidak ada pelanggaran regulasi di lapangan, baik oleh pengemudi dan atau aplikator,” pungkasnya. (jpg)

Berita Lainnya

Tambah Wawasan Tentang Kopi di Edu Coffee

BENGKULU – Kopi memang bisa menyatukan orang dan bisa membuat suasana lebih asyik. Kopi adalah ...

error: Content is protected !!