Kamis , 25 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Diduga Dicabuli, Penyandang Disabilitas Jalani Visum

Diduga Dicabuli, Penyandang Disabilitas Jalani Visum

Ariefaldi WN

BENTENG – Bunga (22)—bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Pondok Kubang, yang diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berinisial Ak, kemarin (26/3) menjalani visum di RS Bhayangkara. Langkah ini diambil kepolisian, untuk mencari salah satu alat bukti, apakah dugaan pencabulan itu memang terjadi atau tidak.

Salah seorang kerabat korban berinisial As, kepada RB mengatakan, pihak keluarga memang berharap kasus yang menghebohkan keluarganya tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. Meskipun sebelumnya sudah ada acara damai melalui sidang adat, namun hal tersebut terkesan terpaksa. Hal ini dikarenakan dari pihak keluarga Bunga merasa tidak diberikan kesempatan berbicara sama sekali.

“Kalau pihak polisi yang menyelesaikan, kami siap dengan apapun hasilnya,” jelas As.

Hal yang sama juga diakui kerabat korban lainnya, Ad (70). Menurutnya, perdamaian melalui sidang adat yang hanya memberlakukan sanksi pembuatan nasi jambar, dinilai tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh si Bunga. Untuk itu, proses hukum pasti akan lebih puas untuk menyelesaikan perkara yang diduga menyeret Ak tersebut yang disebut-sebut merupakan mantan kades tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP. Ariefaldi Warganegara SH, S.IK, MM melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu. Ahmad Khairuman, SE saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi ke beberapa pihak, termasuk korban dan terduga pelaku. Juga melakukan viusm.

“Kami lalukan proses klarifikasi dan mengumpulkan bukti sebelum menyimpulkan kasus ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus ini mencuat setelah pihak keluarga korban menolak hasil sidang damai yang dilakukan pemerintah desa setempat pada Rabu (20/3) lalu. Kasus ini terbongkat saat Bunga ditemukan oleh ibunya dalam keadaan bugil di rumah mantan kades berisisial Ak. Belakangan diketahui dari informasi warga bahwa Bunga memang sering datang kerumah tersebut untuk menonton televisi.

Pihak keluarga curiga, dugaan pencabulan itu semakit menguat dengan digelarnya sidang perdamaian. Hingga akhirnya memilih untuk menempuh jalur hukum.(vla)

Berita Lainnya

DPRD Bakal Diisi Banyak Wajah Baru

BENTENG – Kursi DPRD Bengkulu Tengah (Benteng) periode 2019-2024 bakal banyak dihiasi dewan muka baru. ...

error: Content is protected !!