Rabu , 24 Juli 2019
Home / Metropolis / Konsolidasi Capaian Target dan Percepatan Periode ASEP 2019

Konsolidasi Capaian Target dan Percepatan Periode ASEP 2019

RAKOR: Rapat Koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale) Provinsi Bengkulu. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) yang telah diselenggarakan pada Selasa (26/03) kemarin, merupakan suatu langkah yang dilakukan Penanggungjawab Upsus Pajale Provinsi Bengkulu. Tujuannya agar mengevaluasi capaian target Luas Tambah Tanam (LTT) periode Oktober-Maret 2018/2019.

Selain itu rakor juga diadakan untuk menetapkan langkah percepatan LTT periode April-September 2019. Selaku Penjab Upsus Pajale, Provinsi Bengkulu, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, mengundang para Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kota/Kabupaten, seluruh petugas LTT, opsin dan para Petugas Pertanian Kecamatan (PPK) untuk membahas hal tersebut.

Turut hadir juga Komandan Korem (Danrem) Gamas 041 beserta para Dandim, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi, Balai Wilayah Sungai Sumatra VII Kementerian PUPR dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam sambutannya Haris Syahbuddin menyampaikan bahwa realisasi capaian LTT periode Oktober-Maret 2018/2019, Bengkulu menduduki ranking 6 secara nasional. “Namun jika dilihat realisasi LTT per Maret 2019 hingga hari ini capaian masih sangat rendah (11.605 ha) dibandingkan target 18.000 hektare, masih kekurangan 6.395 hektare,” kata Haris.

Ke depannya dalam usaha percepatan target LTT untuk periode Okmar nanti perlu dilakukan strategi dalam pencapaiannya. Beliau berharap periode April-September 2019 dapat menjadi lebih tinggi lagi dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, S.Pt mengajak seluruh stakeholder terkait agar dapat menyukseskan pencapaian target LTT ini.

TNI dan Babinsa di daerah pun turut mendukung pengawalan dari sejak tanam hingga panen, seperti yang disampaikan oleh Kasrem Kol. Arh. Fatkhurrahman. Untuk mendukung percepatan capaian target LTT Dinas TPHP juga telah mempercepat realisasi beberapa programnya seperti Program padi gogo seluas 15.000 ha, Tumpangsari Tanaman Padi-Jagung 2.074 ha, Padi hibrida 38.085 ha, Jagung hibrida 10.000 ha, UPPO 8 unit dan power thresher 70 unit.

Melalui rakor ini, BMKG telah memprediksi kondisi iklim untuk periode MT April-September 2019. Kepala BMKG Kukuh Rubiyanto, S.Si menyampaikan, prakiraan hujan 3 bulan ke depan di Provinsi Bengkulu, rata-rata jumlah hujan bulan April sedang dan tinggi. Kecuali Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong dan Rejang Lebong. Juni adalah awal kemarau, jumlah hujan di seluruh Provinsi Bengkulu semua menengah di bawah normal.

Pesan penting yang disampaikan oleh BMKG adalah percepat tanam sebelum bulan Juni 2019. Pada kesempatan ini, Haris juga menyampaikan dukungan Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian tidak hanya sebatas inovasi teknologi Padi jagung kedelai tetapi juga telah berkembang ke komoditas lain.

Antara lain adanya kegiatan pendampingan pengembangan kampung kopi di Kepahiang, pendampingan kawasan petani sejahtera (SAPIRA) dengan fokus komoditas kopi dan jeruk di kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, Gerakan Petani Milenial untuk komoditas kopi dan cabai.

Diakhir acara para kepala dinas Kabupaten/Kota bersepakat untuk menanda tangani target LTT periode ASEP 2019 sesuai dengan standing crop saat periode tersebut. Diharapkan setelah rakor ini terjadi sinkronisai kegiatan dan kebijakan antar stakholder terkait dalam mensukseskan program Upsus Pajale ini khususnya untuk padi sawah.(ken/prw)

Berita Lainnya

Komite Jangan Beratkan Wali Murid

BENGKULU – Saat ini peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 sudah mulai masuk sekolah. Dengan ...

error: Content is protected !!