Sabtu , 20 April 2019
Home / Metropolis / Pengendara Mobil Ikut Antre BBM Subsidi

Pengendara Mobil Ikut Antre BBM Subsidi

ANTRE: Sejumlah kendaraan yang mengincar BBM bersubsidi jenis premium masih terlihat antre di SPBU KM 8 hingga tadi malam. (foto: bayu/rb)

BENGKULU – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium sampai saat ini masih jadi primadona. Walaupun PT Pertamina sudah mengurangi stok premium di SPBU, namun tak membuat sejumlah pengendara bermotor mau beralih ke BBM nonsubsidi yakni Pertamax maupun Pertalite. Padahal sudah jelas, premium hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berekonomi menengah ke bawah.

Pantauan RB Selasa (26/3), antrean sepeda motor maupun mobil terlihat mengular di sejumlah SPBU. Antrean itu didominasi pengendara yang ingin mendatakan BBM premium. Salah satunya  terlihat Selasa (26/3)  di SPBU Padang Jati. Bahkan, untuk mendapatkan premium terpaksa harus mengantre satu jam. Walau demikian, tak menyurutkan niat pemburu BBM subsidi berharga murah tersebut untuk ikut antre.

“Saya di sini (SPBU,red) hampir sejam, baru bisa ngisi,” kata Rohim (39) yang sedang mengantre di SPBU Padang Jati, kemarin. Sementara itu, staf operasional SPBU Padang Jati, Diana mengatakan, ada peningkatan pembeliaan BBM bersubsidi yang mengakibatkan stok cepat habis dan kosong untuk beberapa jam.

“Tadi premium baru sampai pukul 10.00 WIB sebanyak 8 Ton,” katanya.

Disisi lain Sales Executive Pertamina Retail Wilayah Bengkulu, Arga mengatakan, sampai saat ini distribusi BBM ke sejumlah SPBU berjalan normal seperti biasa. Dikatakannya, rerjadinya antrean di SPBU kemungkinan karena masyarakat lebih memilih untuk mengantre premium dibandingkan petralite ataupun pertamax,

“Jika diperhatikan, khusus untuk premium masih banyak masyarakat yang belum sadar jika pengalokasiannya hanya untuk kalangan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemungkinan lain terjadinya kemacetan di beberapa SPBU bisa disebabkan adanya beberapa oknum yang mengunjal minyak hingga beberapa kali untuk keperluan tertentu yang menyebabkan sebagian masyarakat akhirnya kesulitan mendapatkan premium.

“Oknum itu bisa kita lihat seperti kendaraan yang mengantre hingga berulang kali dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Sementara itu, pengawas SPBU Km 8, Erwan mengatakan, penyebab terjadinya antrean hingga tadi malam karena premium yang diantarkan ke SPBU baru tiba pada sore hari. “Biasanya premium masuk pada pagi hari, kebetulan malam kemarin premium sampai ke SPBU,” tutupnya. (cw2)

Berita Lainnya

Kapolda: Pemanfaatan Gedung Mapolsek Sungai Serut Tunggu Tuntas 100 Persen

BENGKULU – Keberadaan gedung yang direncanakan untuk Mapolsek Sungai serut sudah dilakukan sejak 2 tahun ...

error: Content is protected !!