Rabu , 19 Juni 2019
Home / Metropolis / Perbanyak Karya Seni

Perbanyak Karya Seni

PEMBUKAAN: Sekda Kota Bengkulu, Marjon, M.Pd membuka acara pembentukan Dewan Kesenian Kota Bengkulu. (foto: bayu/rb)

BENGKULU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, menggelar sosialisasi Pengelolaan Kekayaan Budaya Daerah di Hotel Bumi Endah, Selasa (26/3) pagi dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Marjon.

Marjon menyampaikan, apabila semakin banyak karya seni dan budaya, maka Bengkulu akan lebih dikenal. “Dengan semakin banyaknya budaya dan karya seni yang dihasilkan, maka semakin mudah pula kota kita dikenal masyarakat luas. Karena dengan seni dan budaya daerah mempunyai ciri khas,” kata Marjon.

Marjon mencontohkan, seperti alat musik tradisional dol, alat musik khas ini jangan sampai diakui oleh bangsa lain. “Oleh karena itu arah fokus kita saat ini adalah mencari produk seni atau budaya apa yang harus dimunculkan untuk mendunia dan ditekuni,” ungkapnya.

Setelah itu ditambahkannya, semua dilakukan, harus dibuat lisensi dan label yang diakui dunia bahwa itu punya Bengkulu. “Tentunya kita dan pegiat seni yang di sini bertugas untuk mencari lebih banyak lagi ciri khas kita sendiri. Dan pemerintah dan masyarakat harus sama-sama memviralkan produk atau karya seni kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti, MM menerangkan  bahwa peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang, terdiri dari Dewan Kesenian Kota Bengkulu. “Adanya dewan seni ini kita bisa akomodir beberapa komunitas kesenian di Kota Bengkulu. Apalagi Antusiasnya pun sangat tinggi,” ucap Rosmayetti.

Disisi lain, Ketua Dewan Kesenian, Mulyadi (Dang Leman, red) mengatakan, diharapkan semua pelaku seni bisa lebih terorganisir dalam menjalankan kegiatan. “Jadi dengan terbentuknya dewan kesenian, para pelaku seni menjadi lebih kompak dan terarah,” pungkasnya.(cw2)

Berita Lainnya

Paripurna DPRD Memanas, Banjir Interupsi

BENGKULU- Rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan ...

error: Content is protected !!