Minggu , 21 Juli 2019
Home / Metropolis / Pikir Ulang Naikkan Tarif Parkir

Pikir Ulang Naikkan Tarif Parkir

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan menaikkan tarif retribusi parkir kembali mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Seperti disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Ekonomi Regional Bengkulu (LPERB) H. Muchdimon Muchlis, SE, untuk kondisi saat ini belum sepantasnya Pemkot menaikkan tarif parkir tersebut. Sebab akan terasa membebani masyarakat.

“Ada baiknya pemerintah menaikkan setoran pendapatan parkir para juru parkir itu. Bukan malah menaikkan tarif parkir yang dibebani oleh masyarakat. Sebab kondisi yang sulit saat ini tentu memberatkan masyarakat bila kenaikan tarif parkir itu terjadi,” ketus Muchdimon.

Analisa Muchdimon, dengan menaikkan setoran pendapatan parkir dari para juru parkir (jukir) juga akan mendongkrak kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir tersebut.

“Karena secara hitungan dilapangan kendaraan semakin bertambah. Kemudian potensi titik parkir pun juga bertambah banyak saat ini tentu pendapatan ikut bertambah. Jadi pemkot harus menaikkan setoran pendapatan parkir dari para juru parkir. Bukan malah menaikkan tarif parkir yang dibebankan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu lanjut Muchdimon, sistem pengelolaan parkir juga harus dibenahi. Sebab fakta dilapangan banyak oknum juru parkir (jukir) yang nakal memungut tarif parkir tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda). “Seperti tempat keramaian para juru parkir kesempatan memungut parkir tidak sesuai Perda. Misalnya motor seharusnya bayar Rp. 1000, tapi diminta duit Rp. 2000. Inilah yang harus dibenahi total oleh pemkot,” bebernya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu M. Awaludin mengatakan, apabila pemkot serius ada rencana mau menaikkan tarif parkir. Maka pemkot harus menyampaikan juga alasan dan kajian secara lengkap dalam rencana tersebut ke DPRD kota.

“Karena bagaimana mungkin mau menaikkan tarif, sementara target PAD parkir saat ini saja tidak pernah tercapai. Inilah yang menjadi perhatian serius bagi kita untuk evaluasi bersama. Sebab jangan sampai menaikkan tarif parkir ini membenahi masyarakat dan terus berpolemik kepanjangan,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Awaludin, apalagi Kota Bengkulu merupakan sebagai kota pelayanan jasa, sudah seharusnya sektor pengelolaan PAD retribusi parkir hasilnya harus maksimal. Pihaknya kecewa setiap tahun terus dievaluasi namun masih hasilnya tetap juga sama tidak pernai tercapai target. “Jadi sebelum biocara soal kenaikan tarif parkir. Ada baiknya pemkot evaluasi sistem pengelolaan parkir agar kedepan lebih baik dalam menghasilkan PAD secara maksimal,” tuturnya.

Sementara itu Anggota DPRD kota lainnya Zulaidi mengungkapkan, perbaikan sistem pengelolaan parkir memang harus dilakukan mulai sekarang. Sebab target PAD parkir kenyataannya selama ini memang tidak pernah tercapai. “Sebaiknya mulai dari sekarang Pemkot harus melakukan evaluasi menyeluruh kenapa target PAD selama ini tidak pernah tercapai,” imbuhnya.(new)

Berita Lainnya

Anggaran Lampu Jalan, Tambah  Rp 10 Miliar

BENGKULU – Program terang menderang lampu jalan wilayah Kota Bengkulu tampaknya menjadi program prioritas Pemerintah ...

error: Content is protected !!