Selasa , 23 Juli 2019
Home / Metropolis / Seni Rupa Terancam Punah

Seni Rupa Terancam Punah

LUKIS: Evan Tyev saat sedang melukis gambar harimau dengan menggunakan teknik pelukisan AirBrush. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Seni rupa di Provinsi Bengkulu nyaris punah. Hal ini dikarenakan, dari tahun ke tahun jumlah pelaku seni rupa semakin sedikit. Tentu saja hal ini cukup mengkhawatirkan bagi para seniman di Bengkulu. Untuk tetap menjaga eksistent para seni rupa, Selasa (26/3) sore, sejumlah pelaku seni rupa menggelar pertunjukan melukis menggunakan airbrush.

Salah seorang pelukis airbrush, Evan Tyev memilih melukis harimau. Ia sengaja melukis harimau karena menggambarkan bahwa saat ini Bengkulu sedang mengalami darurat seni. Harimau menyimbolkan kepunahan yang terjadi yang mana memaksa harus ada pelestarian agar tidak punah begitupun dengan seni.

Ia berharap agar pemerintah dapat mendukung seniman yang ada di Bengkulu. Apabila tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah maka bisa dibilang seni di Bengkulu akan mulai mengalami kepunahan.

“Supaya lebih diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah yang mana agar seni rupa yang ada di Bengkulu jangan sampai nasibnya sama dengan hewan dilukisan ini dikemudian hari,” pungkasnya.

Sementara itu, kordinator kegiatan, Meidy menjelaskan bahwa di Provinsi Bengkulu sangat jarang adanya painting dengan menggunakan teknik airbrush. Maka dari itu, mereka mengadakan kegiatan pertunjukan langsung cara melukis dari awal sampai dengan selesai. Nantinya lukisan tersebut akan akan dilelang pada acara teater remaja. Menurutnya ini adalah salah satu langkah mengenalkan terhadap masyarakat bahwa seniman di Bengkulu itu aktif dan beragam.

Dengan masyarakat mengenal adanya seniman dapat membuat seniman merasa dihargai dan diapresiasi hasil karyanya. “Jarang sih melukis dengan airbrush, kami sangat mengharapkan adanya apresiasi pada sebuah karya seni yang ada di Bengkulu ini,” jelasnya.(cw1)

Berita Lainnya

2.500 Alat Tangkap Baby Lobster Dimusnahkan

BENGKULU – Sebelumnya, Lanal Bengkulu dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan ...

error: Content is protected !!